Minggu, 23 Juni 2013

Sekolahku jauh...

hidup penuh lika-liku ada duka ada juga senang sebagai manusia harus menhadapi semua cobaan dengan sabar, dari dulu hidupku seperti ini tiada warna yang menerangi hidupku selalu ada cobaan, cobaan ,dan cobaan untuk aku. Aku harus bagaiman agar impianku tercapai dan bisa mengubah hidupku mungkin hanya lewat doa ini agar diberi cahaya untuk menerangi hidupku walaupun hidupku tak seperti yang lain tetapi masih ada lebih dari hidupku yang sederhana mungkin aku harus bersyukur dan berterima kasih kepada maha kuasa yang maha penyayang dan maha pengasih.

Aku terbangun dari tidurku dan akun langsung melihat ayah menampar pipi kanan ibu entah apa salah ibu kepada ayah ternyata ayah mabuk dan tidak menyadarkan diri mungkin dia kebanyakan minum sehingga dia seperti ini, saat itu aku nggak bisa apa-apa aku cuman melamun melihat pertengkaran mereka yang saat ekstrem. Mungkin aku masih kecil yang nggak usah memikirkan urusan orang dewasa seperti keadaan yang seperti ini, aku cuman menangis menatapi ibu yang terjatuh suatu saat aku akan membalas dendam apa yang dilakukan keibu aku cuman berkata lewat hati nggak mungkin aku langsung ngomong kayak gitu terhadap ayahku bisa-bisa aku kena tampar olehnya aku hanya diam dan diam, nggak beberapa kemudian ayahku pergi entah kemana lebih baik dia pergi jauh-jauh nggak usah menggangu keluarga kecilku.

tahun telah berganti tahun kini aku melanjutkan sekolah dismk atau sma, waktu pendaftaran aku milih pendaftaran online aku begadang sama ibu hingga pukul 12 malam. Jam menunjukan 12 malam aku langsung pergi ke warnet sama ibuku, aku daftar dengan pilihan dinegeri aku nggak mau swasta ntar aku merasa bersalah waktu aku masuk swasta gara-gara biaya yang cukup mahal. Setelah aku mencari sekolahan yang tepat bagiku akhirnya aku milih dismkn9 yaitu sekolah kesenian salah satu dijawa timur aku milih sekolah sini dengan nilai yang sangat memuaskan bagiku cuman 30,80. kata tetanggaku sekolah smkn9 itu jauh, ntar jalan kaki kalau nyampek disiwalan terus kesekolahnya harus berjalan kaki. Aku merasa putus asa waktu tetanggaku bilang begitu tapi aku nggak mau nyerah dengan omongan orang lain, belum tentu aku jalanain disekolah sini nggak terlalu jauh. 
 
Besoknya waktu mau daftar ulang aku lihat dikomputer ternyata aku masuk sekolah di smkn9 aku langsung bergegas pergi kesekolah sama ibuku, aku berjalan kaki menuju siola dan sampai disioala aku naek bis. Sesampainya disiwalan kerto ternyata benar aku harus jalan kaki menuju sekolah tapi aku nggak nyerah sampek disiwalan ini, aku berjalan dengan didampingi sama ibuku nggak terasa kalau jalan kaki nggak merasa jauh. Aku lupa dimana sekolahannya? Waktu menunjukkan jam 11.30 siang, aku bertanya kepada orang disekitar sini dan aku menanyakan dimana sekolah smkn9. 
pak smkn9 itu dimana? “ 
 
owh, itu lurus saja ntar belok kanan. “
makasih pak. “

aku langsung menuju ketempat itu yang sudah dijelaskan sama bapak tersebut, perutku terasa keroncongan dan tenggorokanku terasa kering tapi aku tetap ingin masuk negeri. Pukul 12.00 pendaftaran ulang ditutup aku nggak percaya kalau pendaftaran ditutup, aku langsung narik tangan kanan ibu untuk pergi kedalam gedung itu untuk daftar ulang. Aku nggak peduli mau diusir atau apalah, tubuh ini terasa tak berdaya aku langsung pinsan, beberapa menit aku terbangun ibuku yang sedang berbicara dengan guru yang ada disana untuk memohon agar bisa masuk disekolah sini, aku langsung berdiri dan berbicara dengan guru itu.

bu, aku mohon bisa masuk sekolah sini aku kesiangan karena rumahku jauh bu? “ aku berbicara sama guru salah satu jurusan yang aku ambil yaitui teater 
 
pertanyaanku nggak dijawab oleh guru itu, nggak lama kemudian aku diterima sekolah sini aku merasa senang walaupun badan ini mau jatuh apa guru ini kasihan sama aku? Mungkin saja dia kasihan sama aku dan ibuku. Guru itu bernama bu yuli, bu yuli menyerahkan formulir kepada ibuku.
Bu yuli: ibu, silahkan tanda tangan dan bayar uang sebesar 550 ribu untuk perlengkapan diteater
Ibu: owh, iyaa bu.
Bayangkan uang 550 ribu sebesar itu aku aja nggak mampu beli buku apalagi uang sebesar itu aku benar-benar nggak sanggup aku hanyalah orang sederhana, akhirnya aku kekepala sekolah untuk meringankan biaya ini.

Hari mau memasuki kesekolah menengah kejuruan dan berganti baju menjadi putih abu-abu dan memasuki dunia baru daripada kemasa smp dulu atau kemasa SD dulu. Hari ini aku ama ibu mau daftar ulang kedua disekolahan, sesudah aku sampek sekolah aku bertemu sama cewek yang sedang duduk dan memegan hp mukanya cemberut dan diem melulu. Lalu aku mau tanya kecewek itu, seolah aku sok cool dan tidak terlalu cupu pada masa smpku dulu. 
mbak kalau mau daftar ulang kemana yaa ? “ 
 
aku nanya kedia dengan basa-basi dan sok cool, karena aku kecapekan habis keliling sekolahan yang begitu luas seperti keliling monas aja. Lalu cewek itu menjawab pertanyaanku dengan muka yang sombong banget.
kesitu “ udah itu doank, anjrit sombong banget anak ini masih sekolah aja sombongnya setengah mati. Apalagi dia udah terkenal pasti sombongnya kemana-mana kayak sampah yang berkeliaran.
Hari pertama masuk mos aku lupa yang dikasih saran kakak kelas ke aku, aku lupa nggak buat tali sepatu terbuat dari gedebuk pisang. Aduh! Aku bingung pusing 7 keliling kayak dikejar maling ehh salah kayak dikejar anjing, busyet aku harus gimana? Jantungku deg deg deg mau copot, darahku mengalir seperti air yaa udah aku pikirin besok apa yang terjadi.

Sesampai disekolah aku nyari anak atau mau rampas tali biar aku nggak dimarahin sama kakak mos, 10 menit aku keliling nyari tali sepatu yang terbuat dari gedebog pisang akhirnya aku menemukan juga jantung yang awalnya dag dig duarrr kini lega banget udah punya seutas tali, seandainya aku nggak buat tali atau nggak memakainya pasti aku digantung keatas menara yang tinggi monas, dan aku akan menjerit minta tolong. Tolong! Tolong! Ttooloongg!!! dan nggak mungkin ini terjadi kann.
Hari pertama mos emang sulit bagiku yang disuruh kakak kelas yang inilah yang itulah emang aku pembantumu tag? Alhamdulilah muka ini terasa senang banget hari pertama mos selesai juga dan besoknya disuruh buat topi dari pot bunga, hah? Aku syok aku mau pinsan dia pikir kepalaku dikasih pot bunga terus disiram akhirnya muncul bunganya gitu!!! 
 
sesampainya dirumah aku cari pot bunga ternyata susah juga cari pot bunga masak aku naik odong-odong terus nyampek apa mungkin yaa! Matahari muncul dan menyatakan sudah pagi ( iya-iyalah kata siapa sudah malam ). segera aku pergi dengan naik mobil pribadiku kayak mobil panjang terus banyak orangnya mungkin aku anaknya baik hati, rajin menabung dan rajin sholat sampek orang aku bareng aku persilahkan. 
 
Hari mos kedua, ohh yaa mos itu apa yaa? Udah lahh nggak usah dipikirin lagi lagian nggak penting juga, aku ketawa ngakak sampek-sampek keselek angin ( padahal nggak juga ) aku melihat orang dilingkungan sekolahku kok banyak tentara mau perang yaa ? Just kidding kayak puding. Aduh kakak kelas dia mau ngapain ke aku, jangan kak aku masih jaka ting-ting kayak ayu ting-ting (padahal cuman negur aja).
ngapain kamu kesini ? “ dengan suara yang sangat keras kakak kelas ini menegurku.
Yaa sesuka aku dong aku mau ini kek, mau itu kek, sampek-sampek ketek aku mau kesebutin terus emang masalah buat loe kak. Untung aja itu kata-kata masih didalam hatiku kalau dibicarain langsungh mungkin aku langsung dihukum.
a-aaa nu kak mau kesana “ aku jawab dengan wajah ketakutan.
cepat kesana ? “ 
 
busyet! Mentang-mentang kakak kelas kalau mau bentak seenaknya aja dasar keong racun, ehh salah kayak macan garong yang suka marah-marah, benar nggak yaa ? Mos kedua sudah selesai dan besok mos kejuruan aku berdoa semoga hari besok nggak kayak hari sebelumnya. Amieen 
 
hari ketiga mos ternyata doaku nggak terkabulkan hari ini sangat parah daripada mos sebelumnya, masak disuruh pakek inilah yaa itulah kayak orang gila ja. Habis gitu disuruh kepos yang diberi saran sama kakak kelas kejuruanku ( emang kepos satpam, pos kamling, atau kekantor pos tag?? ).
pos 1, disuruh tanya jawab, widiih tanya jawab kayak kuis ditelevisi pasti dapat uang yaa kalau menang kalau nggak yaa nasib. 
 
ini pos berapa ? “
hah, apa?? emang pos ada dimana-mana yaa aduh kakak kelas kok begini, kalau bicara yang jelas donk kak.
ini pos 1 kak “ aku menjawab dengan sopan dan cupunya aku. Ternyata oh ternyata aku ketiban duren yang montok banget pasti enak nii?, aku dengan kelompokku dibentak sama kakak kelas yang sudah nggak cool, nggak femous dan nggak cakep pula, aduh mau lemparin sepatu kemuka dia.

Pos 2, disuruh masuk keruang yang sangat gelap kayak bioskop mau mainkan filmnya padahal aku nggak pernah kebioskop. Diruang ini berbagai hantu atau apalah ternyata diruang ini aku dikasih saran kalau masuk sekolah sini jangan putus asa harus kuat menghadapi dan satu lagi kalau udah masuk sekolah sini apalagi kejuruannya. Yaa aku manut aja pa yang dikatakan sama kakak kelas, akhirnya pos 2 telah berahkir sekarang masuk ke pos3 yang terahkir.
wuaduh aku kaget kayak mau...

masak disuruh jalan ketempat yang banyak lumpur terus dibawahnya kolam ada orang yang sangat seram, habis gitu aku disuruh nyanyi dengan suara yang sangat keras padahal suaraku kecil banget. Apa kata ibuku kalau anaknya kotor dan jatuh kekolam, apa kata hati aja dehh aku nyebrang dengan hati0hati, kanan kiri ada kakak kelas yang ngasih tepung ( emangnya ini acara pesbukers apa pakek masak air dulu habis gitu dikasih tepung. ), akhirnya aku sampek keujung dan selamat dari lubang buaya.

Matahari yang sangat panas ini menunjukan seiang waktunya pulang kerumah, mos disekolah menengah kejuruan dan pertama kali aku alami daripada mos waktu smpku dulu dan ini akan menjadi kenangan terindah bagiku. 
 
Walaupun sekolah jauh aku tetap untuk niat pergi kesekolah, dan masa lalu pelan-pelan aku lupakan. Semua orang pasti punya masalah, pasti punya cobaan, aku juga dan semua orang juga punya cobaan. Yang penting jangan patah semangat, percaya deh hidup ini berputar seperti roda ada kalanya kita susah ada saatnya kita bahagia.

 Percaya dan selalu berdoa tuhan itu adil kok, tuhan nggak bakal kasih cobaan yang nggak mampu dijalani umatnya. Sabar dan terus berusaha usaha dan usaha, masalah akhir bisa dilihat nanti. Emang masa lalu ada untuk diingat dan dikenang, tapi jangan berlebihaan. Jalan allah mudah takdirnya bisa diubah pokoknya kita jangan lupa sholat jalani apa adanya nggak usah ngeluh apa yang diberikan maha kausa terhadap kita. Dan nggak usah nyalahin tuhan percaya semua bisa bahagia pada akhirnya, meskipun sekolah jauh aku bisa bahagia dihari-hari disekolahku ini daripada masa-masa smp, sd dan masa-masa aku masih mencari uang dijalanan.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar