Aku
berhenti mencari uang.....
aku
lahir tahun 1996 bulan april, tanggal 05, tahun demi tahun aku
beranjak menjadi anak yang masih kanak-kanak umurku 7 tahun. Aku
sering diceritakan ama ibuku yang paling aku mau nangis sambil mau
marah ibu menceritakan waktu aku lahir.
“dulu
kamu dilahir tanpa seorang ayah atau tak ada yang mendampingimu,cuman
ada nenek sama kakek kamu. Waktu ayahmu masuk penjara karna dia mabuk
atau entah kenapa, dan saat itu kamu aku ajak mencari uang dijalanan
waktu umurmu 2tahunan. Kita mencari uang demi sesuap nasi meskipun
panas kepanasan atau hujan kehujanan dan ayahmu juga nggak pernah
menafkahi kita selama bertahun-tahun. Waktu aku melahirkan kakakmu
yang perempuan sampek sekarang. Dan aku melahirkan anak yang terakhir
yaitu perempuan walaupun dia nggak normal seperti kalian aku tetap
usaha membesarkannya dan menyayanginya seperti kalian.”
aku sempat
menjatuhkan airmata dan kesal dalam hati mau balas dendam ama ayahku
yang nggak pernah peduli ama keluargaku, kini aku setiap hari mencari
uang dijalanan dan nggak lupa ama urusan sekolahku. Aku masih duduk
dibangku sekolah dasar kelas 2, meskipun aku masih kecil aku mampu
mencari uang sendiri tanpa mensusahkan siapapun kecuali orang yang
minta uang dan memberikannya keaku. Setiap pulang sekolah aku
berangkat kejalanan untuk mencari uang hinnga malam larut dan
besoknya waktu aku sekolah masih ngantuk untuk belajar disekolah,
meskipun aku masih ngantuk aku bisa bertahan sampek bel berbunyi
untuk pulang.
Matahari telah
menyinari tempat tidurku waktunya aku untuk berangkat sekolah dan
siangnya aku berangkat kelampu merah atau diparkiran tempat dimana
aku mencari uang, aku masih ingat waktu dulu masih umur 3tahunan aku
pernah hilang dalam memory otakku aku ingat waktu ibu menggandengku
dan adikku digendong ibu masuk kampung dan keluar kampung mencari
uang waktu kita nyampek dipasar, pasar itu sangat ramai sehingga
gandenganku ketangan ibu terlepas.
Nggak lama kemudian
aku ditemukan oleh seorang teman ibu waktu dulu, aku bersyukur aku
telah kembali kepada pelukan ibu aku nggak tau bagaimana rasannya
bila aku hilang dan tidak menemukan ibu kembali. Setelah aku
ditemukan oleh teman lama ibu aku diajak kerumah teman ibu untuk
menginap beberapa hari, aku yang masih kecil nggak tau apa-apa
rambutku langsung dipotong bersih oleh ibu mungkin disaat itu aku
nggak merasakan malu terhadap mteman atau orang lain.
aku melihat
orang-orang yang beralalu lalang disebuah toko mereka jalan-jalan
bersama keluargannya atau sama siapapun, aku berjalan menuju kelampu
merah aku menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur disetiap kendaraan
yang berhenti dilampu merah. Hari ini panas sehingga kulitku terbakar
oleh terik panasnya matahari walaupun panas aku tetap mencari uang
demi sesuap nasi nggak peduli apa yang aku rasakan saat ini,
disebelah ada restoran yang sangat mewah daridulu aku kepingin kesana
tapi nggak mungkin aku kesana mencari sesuap nasi saja aku susah.
Apalagi direstoran
makanannya sangat mahal-mahal, aku nggak mampu untuk membelinya, aku
hanya bisa pergi kewarung yang sederhana bisa makan sampek perut
kenyang, meskipun diwarung sangat murah tapi aku masih kepingin makan
yang sangat mewah dorestoran situ. Setiap hari aku hanya
memandanginya dan nggak berani masuk kesana, disana hanya ada orang
yang pakai jas, baju mewah atau apapun yang penting mereka berdompet
tebal.
Waktu
udah sore aku nggak kuat berjalan menuju pulang akhirnya aku tidur
diemperan tok bersama adik dan ibuku. Aku nggak pertama kali aku
tidur diemperan seperti ini, waktu umur 5tahun aku tidur diemperan
toko yang sama saat ini aku tiduri. Perutku keroncongan daritadi pagi
aku belum sempat makan, aku nggak tau harus mencari makanan dimana
sedangkan penghasilan hari ini lumayan sedikit sehingga aku nggak
pergi kewarung untuk membeli nasi bungkus.
Aku
melihat adik sama ibu tertidur lelap mungkin mereka kecapekan, yaa
sudahlah aku aja yang mencari makanan untuk aku ama adik dan ibu aku
berangkat tanpa tujuan yang pasti aku mencari uang diwarung yang
sangat jauh dari tempat tidurku tadi diemperan toko.
Emperan
toko pernah aku tiduri bersama ibu dan adikku hingga pagi, sempat
aku, ibu dan adikku pernah digaruk sama polisi pamong praja kita
dibawa kesuatu tempat yang seperti penjara dan dicampur sama
orang-orang jalanan lain. Dan sebelahnya ada orang gila yang dibawa,
ada petugas yang bawa makanan untuk kita aku menhela napas saat aku
lihat makananya, makannya itu nasi yang udah basi terus diolah lagi
dan lauknya cuman tahu tempe mau nggak mau aku santap makananya itu
meskipun dilihat nggak enak yang penting perut nggak kelaparan kita
makan bersama.
3hari kita
dimasukkan seperti orang yang mencuri sesuatu, akhirnya kita bebas
dari tempat itu meskipun kita bebas aku tetap masih mencari uang
dijalanan, nggak cuman sekali ini kita digaruk sama polisi pamong
praja kita digaruk kedua kali ini. Yang pertama pas umurku 4tahunan
aku pernah diceritakan ama ibu dan tetanggaku yang sebelah rumah,
tetanggaku tau dia pernah ketempat kita digaruk.
Suatu hari waktu
minggu aku berangkat pagi-pagi kelampu merah tanpa las kaki yang aku
pakai, aku keliling dilampu merah ini sampek sore perutku keroncongan
tapi aku masih belum dapat uang yang cukup, aku bingung harus makan
apa, aku lihat sebelah emperan ada nasi kotak mungkin udah basi atau
sisa yang sudah dimakan oleh pemiliknya tanpa pengetahuan lebih luas
akhirnya aku makan nasi kotak itu hingga habis.
Matahari sudah
tenggelam waktunya aku pulang karna besok aku harus berangkat
sekolah, badan ini terasa lelah dan mau pinsang ketempat lampu merah,
kita pulang bersama ibu dan adikku. Rumahku dekat sungai, rumahku
terbuat dari bahan kayu dan beberapa semen. Hanya sekotak lumayan
buat kita berteduh, kita bersyukur kita bisa punya tempat tinggal dan
menajalani apa adanya.
Aku masih
menjalankan aktivitasku yaitu sekolah dan siangnya aku berangkat
ketempat aku mencari uang, aku berangkat kesekolah kesiangan sehingga
aku telat disekolah. Semua teman yang ada diruangan kelas menatapiku
dengan sensitif, entah kenapa aku dibenci padahal aku nggak punya
salah kepada mereka. Mulai dulu aku selalu dipojokan oleh teman
sekelasku aku hanya duduk sendirian nggak ada teman yang mau duduk
denganku mungkin aku seorang anak jalanan yang selalu menggangu orang
yang aku hampiri apa kalian nggak pernah merasakan apa yang aku
rasakan. Mungkin tuhan berkehendak lain terhadapku mungkin ini cobaan
untuk aku semoga yang pernah ngejek aku dan menggangu aku selalu
diberikan ketabahan baginya.
kata orang anak
jalanan bermalas-malasan untuk bekerja, anak jalanan selalu dipandang
sebelah mata. Kata orang anak jalanan tidak bisa membuat karya dan
selalu dikatakan cuman menggangu orang, dulu aku hidup dijalanan
untuk mencari uang untuk sesuap nasi dari kepanasan, kehujanan.
Disisi lain aku bisa membantu orang tua termasuk ibuku dan adikku,
meskipun aku mencari nafkah dijalanan aku masih tetap sekolah dan
meraih mimpi, walaupun kepanasan aku masih mampu mencari uang,
walaupun kehujanan aku mampu mencari uang untuk sesuap atau sebungkus
nasi hanya untuk menganjil perut agar tidak kelaparan.
Saat umur 7 tahun
aku baru tahu rasanya pahitnya kehidupan dan mencari uang buat uang
saku sekolah, buat makan sehari-hari dan beli buku disekolah.
Meskipun aku pernah diejek sama temen-temen dikelas karna aku anak
jalanan aku tetap menjalankan hari-hariku tanpa memedulikan omongan
temenku, mungkin dia aja yang nggak pernah merasakan apa yang aku
rasakan. Apakah ada warna untuk hidupku, jika ada berikan warna untuk
hidupku. Mungkin warna cahaya? Mungkin warna kehidupan yang lebih
cerah ?.
Bangun pagi pasti
ada matahari...
tidur malam pasti
ada bulan dan bintang...
ada mimpi dipikiran
mulai membayangkan sesuatu yang kan menjadi tidur malamku.
Sekarang
aku mulai punya mimpi dan cita-cita untuk menjadi seorang atlit sepak
bola internasional, aku berdoa semoga mimpi dan cita-citaku
terkabulkan. Amien
kadang
hidup diatas
kadang
hidup dibawah
kadang
hidup senang
kadang
hidup ada duka dan cobaan-cobaan yang harus dijalanin dengan sabar.
Walaupun
ada cobaan-cobaan, apapun kejadian kita harus bersyukur dengan apapun
yang diberikan. Jangan takut bermimpi besar, sebab orang yang tak
punya mimpi berarti tak punya cita-cita dan masa depan.
Aku
sudah menyelesaikan ujian nasionalku waktu aku masih duduk dibangku
sekolah dasar, aku memperjuangkan ini untuk masa depanku dan membuat
ibu senang melihat aku masih sekolah ditingkat tinggi. sebentar lagi
aku sekolah lebih lanjut lagi yaitu sekolah menengah pertama (smp).
Aku sangat bersyukur telah lulus dan nilaiku cukup memuaskan, ibuku
juga ikut berbahagia dengan hasil unasku dan saat kulihat nilaiku aku
sangat kaget nilaiku besar sehingga masuk 3 besar disekolah dasar
yaitu 26.00 nilai ini cukup memuaskanku dan ibuku sangat senang.
Hari
ini aku diajak sama ibu untuk membeli sepatu dan tas, betapa
senangnya hari ini aku bisa membeli sepatu dan tas. Meskipun harganya
murah aku sangat senang yang penting sepatu dan tas ini bisa dipakai,
aku nggak sabar untuk memakainya dan menikmati awal-awal masuk smp
dan baju telah berganti menjadi putih biru. Waktu aku masuk sekolah
menengah pertama negeri 8 (smpn8), aku melihat disekitarku banyak
anak yang masuk sini dengan berpakain rapi dan bersih sedangkan aku
dengan berpakaian yang sangat kumuh dan nggak bersih. Ada juga yang
diantar pakai kendaraan sepeda motor ada juga yang diantar sama
mobil, akun cuman melihatnya dan aku nggak merasakan iri kepada
orang-orang yang disekitarku.
Hari
ini aku masuk dikelas 7 c atau kelas 1 c aku selalu duduk sendirian
dan nggak ada yang mau duduk disebelahku, dan hari ini nggak ada
pelajaran cuman ada pengarahan tentang sekolahan yang ada disini.
Dulu sampek sekarang aku nggak merubah sifatku waktu aku duduk
disekolah dasar aku anaknya pindiem nggak pernah ngomong sama temen
cuman anak yang aku kenal yang aku ajak ngomong, meskipun aku pindiem
aku sering mencoba bergaul dengan semua orang yang ada disekolahan
sini dismpn8 tapi semua nggak pernah terjadi. Kalau pergi sekolah aku
kadang jalan kaki kadang aku naik angkot sedangkan yang lain naik
kendaraan, ada yang diantar jemput, aku pingin seperti mereka aku
selalu pingin tapi mau gimana lagi aku dari keluarga sederhana tapi
aku sangat bersyukur apa yang ada saat ini.
Sempat
aku putus asa sekolah terus ingin bekerja demi membantu keluarga,
tapi hati ini berkata lain aku harus sekolah setinggi mungkin. Aku
anak kedua dari kakakku perempuan dan yang terakhir adikku, aku
laki-laki sendiri dari 3 bersaudara. Kakakku yang perempuan sekarang
nikah ia menylesaikan sekolah waktu smp dan beberapa tahun dia
menikah dan adikku yang terakhir dia nggak sekolah gara-gara
pikirannya nggak kuat untuk belajar atau disekolahkan. Cuman aku
satu-satunya masih sekolah dan mencari nafkah untuk ibu dan adikku,
semua keluargaku nggak pernah dinafkahi dari seorang ayah, semestinya
ayah adalah kepala keluarga tapi aku yang kepala keluarga dengan
mencari uang dijalanan.
Aku
sering digaruk sama satuan polisi pamong praja dan dibawa kemobil dan
dipenjarakan, disana maku menginap selama 3 hari 2 malam bersama ibu
dan adikku. Waktu itu aku masih duduk dibangku sekolah dasar waktu
aku digaruk aku nggak sekolah selama beberapa hari. Disana dikasih
makan yang nggak pernah aku makan yaitu nasi yang sudah basi dan ikan
setengah matang, daripada aku kelaparan akhirnya aku makan bersama
ibu dan adikku aku makan nasi tersebut dengan perlahan-lahan, sebelum
aku masuk disini atau dipenjara aku ditanya sama salah satu polisi
yang menangkapku.
“ kamu
masih sekolah ?”
“ masih
pak “
“ kenapa
kamu ngamen “
“ buat
makan dan biaya sekolah pak “
aku
langsung mengucapkan kalimat itu dengan jelas, emang aku dilahirkan
tanpa seorang ayah saat aku dilahirkan malah beliau masuk penjara.
Walaupun aku punya ayah aku menggantikan posisi ayah menjadi tulang
punggung keluarga sehari-hari aku mencari uang demi sesuap nasi agar
masuk perut. Walaupun aku sering digaruk sama satuan polisi pamong
praja aku tetap mencari uang dijalanan meskipun ancamannya sangat
bahaya bagiku, selama aku hidup dijalanan aku senang aku bisa bantu
mencari nafkahkeluarga, bisa biayai sekolahku sendiri.
Hari
raya telah tiba meskipun ggap seperti hari-hari biasa selama
bertahun-tahun aku nggak pernah merasakan hari raya itu, waktu aku
keliling kampung dari masuk kampung keluar kampung. Aku sempat
menangis melihat anak seumuranku bisa beli baju dikasih uang dengan
gampang dari keluargannya. Bagiku baju baru nggak penting aku nggak
pernah beli baju yang adanya semua bajuku dikasih orang atau
tetanggaku.
Tiada
baju baru yang aku pakai, tiada wajah gembira pada diriku aku hanya
meringgis kesedihan melihat orang memakai pakaian baru tetapi aku
tidak bisa memakainya. Walaupun tak punya pakaian yang aku pakai aku
tetap bersyukur masih ada pakaian yang aku bisa pakai, pakaian baru
tak penting bagiku, bagiku bagaimana caranya bisa membahagiakan orang
tua terutama ibu yang melahirkanku selama ini aku nggak bisa
memberikan apapun atau nmembeli sesuatu. Mungkin tak perlu hari-hari
yang penting tetapi hari-hari yang kita mau untuk memberinya sesuatu.
Aku
nggak pernah beli buku disekolah kadang aku nyicil uang untuk beli
buku, aku sempat ketemu guru saat aku dijalanan dan besoknya aku
dipanggil keruang bimbingan konseling (bk) dengan rasa takut aku
nggak punya salah disekolahan atau mengerjakan tugas dari sekolah
tapi semua dugaanku salah aku malah dikasih buku sama guru, saat
dikasih buku aku merasa bahagia walaupun nggak punya uang untuk beli
buku.
1
tahun berlalu kini aku kelas 2 smp aku berhenti mencari uang
dijalanan meskipun aku berhenti aku sangat sedih aku nggak bisa lagi
membantu ibu dan adikku, aku masih memang anak pindiem yang nggak
pernah berkomunikasi kepada teman-teman aku cuman punya teman
beberapa saja yang mengerti keadaanku aku selalu dijauhi, aku selalu
diejek . Setiap malam hati ini sedih kenapa aku diginiin kenapa? Apa
salahku sehingga kalian nggak berteman denganku? Aku memang anak dari
keluarga sederhana, tapi aku jga manusia. Kadang aku bahagia kadang
aku sedih dengan hidupku ini.
Semua
orang punya cita-cita, semua norang punya impian begitu pula denganku
aku mempunyai cita-cita dan impian. Setiap malam menjelang tidur aku
sering mimpi yaitu mimpi aku meraih cita-cita itu dan menghayal
kemimpi itu, ternyata aku cuma mimpi dalam bunga tidurku mungkinkah
mimpiku memjadi kenyataan. Semua orang punya impian, semua orang
punya cita-cita semua impian dan cita-cita ingin terwujudkan walaupun
masih dalam bunga tidur.
Kenapa
aku suka sama perempuan yang ada disebelah kelasku mungkin aku udah
dewasa atau aku mulai merasakan getaran cinta aku hanya anak pindiem
aku nggak berani mendekati orang yang bukan levelku aku takut dengan
semua ini, aku nggak tau tentang cinta kata orang cinta itu indah
bagiku yang indah itu uang yang beberapa tahun lalu aku mencari
sendiri. Lama kelamaan aku suka dengan cewek yang lebih dari aku dia
setiap pakek kendaraan, waktu aku dikantin sekolahan aku melihat dia
bersama laki-laki yang lebih ganteng dari aku dan cukup sederhana
buat dia dan hari itu aku merasakan minder yang luar biasa yang aku
alami mungkin aku nggak perlu merasakan cinta nggak semua cinta itu
indah.
tahun
demi tahun aku berhenti mencari uang dijalanan dan selama 3 tahun aku
sekolah menengah pertama aku nggak barang yang sangat mewah seperti
handphone yang dapat komunikasi dan bisa berteman dengan siapa pun,
aku cuman punya hp jadul yang nggak bisa buat berkomunikas dengan
siapapun walaupun hpku jadul seperti ini tapi nggak penting bagiku.
Setelah bertahun-tahun aku menjadi anak jalanan kini aku berhenti
waktu umurku 11tahun saat aku duduk disekolaha menengah pertama aku
masih kelas 2, rasanya aku bersalah dalam pikiranku aku nanti nggak
bisa membantu mencari uang untuk beli sesuap nasi dan biaya
sekolahku, kata ibuku aku harus sekolah jangan seperti ayahmu dan
kakakmu akhirnya aku meniruti ngomongannya ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar