Minggu, 23 Juni 2013

Aku berhenti mencari uang.....

aku lahir tahun 1996 bulan april, tanggal 05, tahun demi tahun aku beranjak menjadi anak yang masih kanak-kanak umurku 7 tahun. Aku sering diceritakan ama ibuku yang paling aku mau nangis sambil mau marah ibu menceritakan waktu aku lahir.
dulu kamu dilahir tanpa seorang ayah atau tak ada yang mendampingimu,cuman ada nenek sama kakek kamu. Waktu ayahmu masuk penjara karna dia mabuk atau entah kenapa, dan saat itu kamu aku ajak mencari uang dijalanan waktu umurmu 2tahunan. Kita mencari uang demi sesuap nasi meskipun panas kepanasan atau hujan kehujanan dan ayahmu juga nggak pernah menafkahi kita selama bertahun-tahun. Waktu aku melahirkan kakakmu yang perempuan sampek sekarang. Dan aku melahirkan anak yang terakhir yaitu perempuan walaupun dia nggak normal seperti kalian aku tetap usaha membesarkannya dan menyayanginya seperti kalian.”

aku sempat menjatuhkan airmata dan kesal dalam hati mau balas dendam ama ayahku yang nggak pernah peduli ama keluargaku, kini aku setiap hari mencari uang dijalanan dan nggak lupa ama urusan sekolahku. Aku masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 2, meskipun aku masih kecil aku mampu mencari uang sendiri tanpa mensusahkan siapapun kecuali orang yang minta uang dan memberikannya keaku. Setiap pulang sekolah aku berangkat kejalanan untuk mencari uang hinnga malam larut dan besoknya waktu aku sekolah masih ngantuk untuk belajar disekolah, meskipun aku masih ngantuk aku bisa bertahan sampek bel berbunyi untuk pulang. 
 
Matahari telah menyinari tempat tidurku waktunya aku untuk berangkat sekolah dan siangnya aku berangkat kelampu merah atau diparkiran tempat dimana aku mencari uang, aku masih ingat waktu dulu masih umur 3tahunan aku pernah hilang dalam memory otakku aku ingat waktu ibu menggandengku dan adikku digendong ibu masuk kampung dan keluar kampung mencari uang waktu kita nyampek dipasar, pasar itu sangat ramai sehingga gandenganku ketangan ibu terlepas.
Nggak lama kemudian aku ditemukan oleh seorang teman ibu waktu dulu, aku bersyukur aku telah kembali kepada pelukan ibu aku nggak tau bagaimana rasannya bila aku hilang dan tidak menemukan ibu kembali. Setelah aku ditemukan oleh teman lama ibu aku diajak kerumah teman ibu untuk menginap beberapa hari, aku yang masih kecil nggak tau apa-apa rambutku langsung dipotong bersih oleh ibu mungkin disaat itu aku nggak merasakan malu terhadap mteman atau orang lain.

aku melihat orang-orang yang beralalu lalang disebuah toko mereka jalan-jalan bersama keluargannya atau sama siapapun, aku berjalan menuju kelampu merah aku menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur disetiap kendaraan yang berhenti dilampu merah. Hari ini panas sehingga kulitku terbakar oleh terik panasnya matahari walaupun panas aku tetap mencari uang demi sesuap nasi nggak peduli apa yang aku rasakan saat ini, disebelah ada restoran yang sangat mewah daridulu aku kepingin kesana tapi nggak mungkin aku kesana mencari sesuap nasi saja aku susah.
Apalagi direstoran makanannya sangat mahal-mahal, aku nggak mampu untuk membelinya, aku hanya bisa pergi kewarung yang sederhana bisa makan sampek perut kenyang, meskipun diwarung sangat murah tapi aku masih kepingin makan yang sangat mewah dorestoran situ. Setiap hari aku hanya memandanginya dan nggak berani masuk kesana, disana hanya ada orang yang pakai jas, baju mewah atau apapun yang penting mereka berdompet tebal.
Waktu udah sore aku nggak kuat berjalan menuju pulang akhirnya aku tidur diemperan tok bersama adik dan ibuku. Aku nggak pertama kali aku tidur diemperan seperti ini, waktu umur 5tahun aku tidur diemperan toko yang sama saat ini aku tiduri. Perutku keroncongan daritadi pagi aku belum sempat makan, aku nggak tau harus mencari makanan dimana sedangkan penghasilan hari ini lumayan sedikit sehingga aku nggak pergi kewarung untuk membeli nasi bungkus. 
 
Aku melihat adik sama ibu tertidur lelap mungkin mereka kecapekan, yaa sudahlah aku aja yang mencari makanan untuk aku ama adik dan ibu aku berangkat tanpa tujuan yang pasti aku mencari uang diwarung yang sangat jauh dari tempat tidurku tadi diemperan toko.

Emperan toko pernah aku tiduri bersama ibu dan adikku hingga pagi, sempat aku, ibu dan adikku pernah digaruk sama polisi pamong praja kita dibawa kesuatu tempat yang seperti penjara dan dicampur sama orang-orang jalanan lain. Dan sebelahnya ada orang gila yang dibawa, ada petugas yang bawa makanan untuk kita aku menhela napas saat aku lihat makananya, makannya itu nasi yang udah basi terus diolah lagi dan lauknya cuman tahu tempe mau nggak mau aku santap makananya itu meskipun dilihat nggak enak yang penting perut nggak kelaparan kita makan bersama.

3hari kita dimasukkan seperti orang yang mencuri sesuatu, akhirnya kita bebas dari tempat itu meskipun kita bebas aku tetap masih mencari uang dijalanan, nggak cuman sekali ini kita digaruk sama polisi pamong praja kita digaruk kedua kali ini. Yang pertama pas umurku 4tahunan aku pernah diceritakan ama ibu dan tetanggaku yang sebelah rumah, tetanggaku tau dia pernah ketempat kita digaruk.

Suatu hari waktu minggu aku berangkat pagi-pagi kelampu merah tanpa las kaki yang aku pakai, aku keliling dilampu merah ini sampek sore perutku keroncongan tapi aku masih belum dapat uang yang cukup, aku bingung harus makan apa, aku lihat sebelah emperan ada nasi kotak mungkin udah basi atau sisa yang sudah dimakan oleh pemiliknya tanpa pengetahuan lebih luas akhirnya aku makan nasi kotak itu hingga habis. 
 
Matahari sudah tenggelam waktunya aku pulang karna besok aku harus berangkat sekolah, badan ini terasa lelah dan mau pinsang ketempat lampu merah, kita pulang bersama ibu dan adikku. Rumahku dekat sungai, rumahku terbuat dari bahan kayu dan beberapa semen. Hanya sekotak lumayan buat kita berteduh, kita bersyukur kita bisa punya tempat tinggal dan menajalani apa adanya. 
 
Aku masih menjalankan aktivitasku yaitu sekolah dan siangnya aku berangkat ketempat aku mencari uang, aku berangkat kesekolah kesiangan sehingga aku telat disekolah. Semua teman yang ada diruangan kelas menatapiku dengan sensitif, entah kenapa aku dibenci padahal aku nggak punya salah kepada mereka. Mulai dulu aku selalu dipojokan oleh teman sekelasku aku hanya duduk sendirian nggak ada teman yang mau duduk denganku mungkin aku seorang anak jalanan yang selalu menggangu orang yang aku hampiri apa kalian nggak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Mungkin tuhan berkehendak lain terhadapku mungkin ini cobaan untuk aku semoga yang pernah ngejek aku dan menggangu aku selalu diberikan ketabahan baginya. 
 
kata orang anak jalanan bermalas-malasan untuk bekerja, anak jalanan selalu dipandang sebelah mata. Kata orang anak jalanan tidak bisa membuat karya dan selalu dikatakan cuman menggangu orang, dulu aku hidup dijalanan untuk mencari uang untuk sesuap nasi dari kepanasan, kehujanan. Disisi lain aku bisa membantu orang tua termasuk ibuku dan adikku, meskipun aku mencari nafkah dijalanan aku masih tetap sekolah dan meraih mimpi, walaupun kepanasan aku masih mampu mencari uang, walaupun kehujanan aku mampu mencari uang untuk sesuap atau sebungkus nasi hanya untuk menganjil perut agar tidak kelaparan.

Saat umur 7 tahun aku baru tahu rasanya pahitnya kehidupan dan mencari uang buat uang saku sekolah, buat makan sehari-hari dan beli buku disekolah. Meskipun aku pernah diejek sama temen-temen dikelas karna aku anak jalanan aku tetap menjalankan hari-hariku tanpa memedulikan omongan temenku, mungkin dia aja yang nggak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Apakah ada warna untuk hidupku, jika ada berikan warna untuk hidupku. Mungkin warna cahaya? Mungkin warna kehidupan yang lebih cerah ?.

Bangun pagi pasti ada matahari...

tidur malam pasti ada bulan dan bintang...

ada mimpi dipikiran mulai membayangkan sesuatu yang kan menjadi tidur malamku.
Sekarang aku mulai punya mimpi dan cita-cita untuk menjadi seorang atlit sepak bola internasional, aku berdoa semoga mimpi dan cita-citaku terkabulkan. Amien

kadang hidup diatas

kadang hidup dibawah

kadang hidup senang 
 
kadang hidup ada duka dan cobaan-cobaan yang harus dijalanin dengan sabar.
Walaupun ada cobaan-cobaan, apapun kejadian kita harus bersyukur dengan apapun yang diberikan. Jangan takut bermimpi besar, sebab orang yang tak punya mimpi berarti tak punya cita-cita dan masa depan.

Aku sudah menyelesaikan ujian nasionalku waktu aku masih duduk dibangku sekolah dasar, aku memperjuangkan ini untuk masa depanku dan membuat ibu senang melihat aku masih sekolah ditingkat tinggi. sebentar lagi aku sekolah lebih lanjut lagi yaitu sekolah menengah pertama (smp). Aku sangat bersyukur telah lulus dan nilaiku cukup memuaskan, ibuku juga ikut berbahagia dengan hasil unasku dan saat kulihat nilaiku aku sangat kaget nilaiku besar sehingga masuk 3 besar disekolah dasar yaitu 26.00 nilai ini cukup memuaskanku dan ibuku sangat senang.

Hari ini aku diajak sama ibu untuk membeli sepatu dan tas, betapa senangnya hari ini aku bisa membeli sepatu dan tas. Meskipun harganya murah aku sangat senang yang penting sepatu dan tas ini bisa dipakai, aku nggak sabar untuk memakainya dan menikmati awal-awal masuk smp dan baju telah berganti menjadi putih biru. Waktu aku masuk sekolah menengah pertama negeri 8 (smpn8), aku melihat disekitarku banyak anak yang masuk sini dengan berpakain rapi dan bersih sedangkan aku dengan berpakaian yang sangat kumuh dan nggak bersih. Ada juga yang diantar pakai kendaraan sepeda motor ada juga yang diantar sama mobil, akun cuman melihatnya dan aku nggak merasakan iri kepada orang-orang yang disekitarku.

Hari ini aku masuk dikelas 7 c atau kelas 1 c aku selalu duduk sendirian dan nggak ada yang mau duduk disebelahku, dan hari ini nggak ada pelajaran cuman ada pengarahan tentang sekolahan yang ada disini. Dulu sampek sekarang aku nggak merubah sifatku waktu aku duduk disekolah dasar aku anaknya pindiem nggak pernah ngomong sama temen cuman anak yang aku kenal yang aku ajak ngomong, meskipun aku pindiem aku sering mencoba bergaul dengan semua orang yang ada disekolahan sini dismpn8 tapi semua nggak pernah terjadi. Kalau pergi sekolah aku kadang jalan kaki kadang aku naik angkot sedangkan yang lain naik kendaraan, ada yang diantar jemput, aku pingin seperti mereka aku selalu pingin tapi mau gimana lagi aku dari keluarga sederhana tapi aku sangat bersyukur apa yang ada saat ini.

Sempat aku putus asa sekolah terus ingin bekerja demi membantu keluarga, tapi hati ini berkata lain aku harus sekolah setinggi mungkin. Aku anak kedua dari kakakku perempuan dan yang terakhir adikku, aku laki-laki sendiri dari 3 bersaudara. Kakakku yang perempuan sekarang nikah ia menylesaikan sekolah waktu smp dan beberapa tahun dia menikah dan adikku yang terakhir dia nggak sekolah gara-gara pikirannya nggak kuat untuk belajar atau disekolahkan. Cuman aku satu-satunya masih sekolah dan mencari nafkah untuk ibu dan adikku, semua keluargaku nggak pernah dinafkahi dari seorang ayah, semestinya ayah adalah kepala keluarga tapi aku yang kepala keluarga dengan mencari uang dijalanan. 
 
Aku sering digaruk sama satuan polisi pamong praja dan dibawa kemobil dan dipenjarakan, disana maku menginap selama 3 hari 2 malam bersama ibu dan adikku. Waktu itu aku masih duduk dibangku sekolah dasar waktu aku digaruk aku nggak sekolah selama beberapa hari. Disana dikasih makan yang nggak pernah aku makan yaitu nasi yang sudah basi dan ikan setengah matang, daripada aku kelaparan akhirnya aku makan bersama ibu dan adikku aku makan nasi tersebut dengan perlahan-lahan, sebelum aku masuk disini atau dipenjara aku ditanya sama salah satu polisi yang menangkapku. 
kamu masih sekolah ?” 
masih pak “
kenapa kamu ngamen “
buat makan dan biaya sekolah pak “

aku langsung mengucapkan kalimat itu dengan jelas, emang aku dilahirkan tanpa seorang ayah saat aku dilahirkan malah beliau masuk penjara. Walaupun aku punya ayah aku menggantikan posisi ayah menjadi tulang punggung keluarga sehari-hari aku mencari uang demi sesuap nasi agar masuk perut. Walaupun aku sering digaruk sama satuan polisi pamong praja aku tetap mencari uang dijalanan meskipun ancamannya sangat bahaya bagiku, selama aku hidup dijalanan aku senang aku bisa bantu mencari nafkahkeluarga, bisa biayai sekolahku sendiri. 
 
Hari raya telah tiba meskipun ggap seperti hari-hari biasa selama bertahun-tahun aku nggak pernah merasakan hari raya itu, waktu aku keliling kampung dari masuk kampung keluar kampung. Aku sempat menangis melihat anak seumuranku bisa beli baju dikasih uang dengan gampang dari keluargannya. Bagiku baju baru nggak penting aku nggak pernah beli baju yang adanya semua bajuku dikasih orang atau tetanggaku.

Tiada baju baru yang aku pakai, tiada wajah gembira pada diriku aku hanya meringgis kesedihan melihat orang memakai pakaian baru tetapi aku tidak bisa memakainya. Walaupun tak punya pakaian yang aku pakai aku tetap bersyukur masih ada pakaian yang aku bisa pakai, pakaian baru tak penting bagiku, bagiku bagaimana caranya bisa membahagiakan orang tua terutama ibu yang melahirkanku selama ini aku nggak bisa memberikan apapun atau nmembeli sesuatu. Mungkin tak perlu hari-hari yang penting tetapi hari-hari yang kita mau untuk memberinya sesuatu.

Aku nggak pernah beli buku disekolah kadang aku nyicil uang untuk beli buku, aku sempat ketemu guru saat aku dijalanan dan besoknya aku dipanggil keruang bimbingan konseling (bk) dengan rasa takut aku nggak punya salah disekolahan atau mengerjakan tugas dari sekolah tapi semua dugaanku salah aku malah dikasih buku sama guru, saat dikasih buku aku merasa bahagia walaupun nggak punya uang untuk beli buku.

1 tahun berlalu kini aku kelas 2 smp aku berhenti mencari uang dijalanan meskipun aku berhenti aku sangat sedih aku nggak bisa lagi membantu ibu dan adikku, aku masih memang anak pindiem yang nggak pernah berkomunikasi kepada teman-teman aku cuman punya teman beberapa saja yang mengerti keadaanku aku selalu dijauhi, aku selalu diejek . Setiap malam hati ini sedih kenapa aku diginiin kenapa? Apa salahku sehingga kalian nggak berteman denganku? Aku memang anak dari keluarga sederhana, tapi aku jga manusia. Kadang aku bahagia kadang aku sedih dengan hidupku ini.
Semua orang punya cita-cita, semua norang punya impian begitu pula denganku aku mempunyai cita-cita dan impian. Setiap malam menjelang tidur aku sering mimpi yaitu mimpi aku meraih cita-cita itu dan menghayal kemimpi itu, ternyata aku cuma mimpi dalam bunga tidurku mungkinkah mimpiku memjadi kenyataan. Semua orang punya impian, semua orang punya cita-cita semua impian dan cita-cita ingin terwujudkan walaupun masih dalam bunga tidur.

Kenapa aku suka sama perempuan yang ada disebelah kelasku mungkin aku udah dewasa atau aku mulai merasakan getaran cinta aku hanya anak pindiem aku nggak berani mendekati orang yang bukan levelku aku takut dengan semua ini, aku nggak tau tentang cinta kata orang cinta itu indah bagiku yang indah itu uang yang beberapa tahun lalu aku mencari sendiri. Lama kelamaan aku suka dengan cewek yang lebih dari aku dia setiap pakek kendaraan, waktu aku dikantin sekolahan aku melihat dia bersama laki-laki yang lebih ganteng dari aku dan cukup sederhana buat dia dan hari itu aku merasakan minder yang luar biasa yang aku alami mungkin aku nggak perlu merasakan cinta nggak semua cinta itu indah. 
 
tahun demi tahun aku berhenti mencari uang dijalanan dan selama 3 tahun aku sekolah menengah pertama aku nggak barang yang sangat mewah seperti handphone yang dapat komunikasi dan bisa berteman dengan siapa pun, aku cuman punya hp jadul yang nggak bisa buat berkomunikas dengan siapapun walaupun hpku jadul seperti ini tapi nggak penting bagiku. Setelah bertahun-tahun aku menjadi anak jalanan kini aku berhenti waktu umurku 11tahun saat aku duduk disekolaha menengah pertama aku masih kelas 2, rasanya aku bersalah dalam pikiranku aku nanti nggak bisa membantu mencari uang untuk beli sesuap nasi dan biaya sekolahku, kata ibuku aku harus sekolah jangan seperti ayahmu dan kakakmu akhirnya aku meniruti ngomongannya ibu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar