Kamis, 12 September 2013

bulan dan bintang

digelapnya malam ada bintang dan bulan yang selalu membuat indahnya malam terasa hangat dan tenang, memandang keketenangan dan indahnya mereka yang membuat iri. ingin sekali bisa memiliki pasangan yang dapat sesetia bulan dan bintang.

dan yang bawah iri melihat bulan dan bintang yang setiap hari melihat diatas langit setiap malam tapi ada juga sepasang kekasih yang setia tapi ada satu syarat yaitu satu sama lain harus percaya dan keyakinan masing-masing.

cinta itu buta dan mentulikan kita sehingga kita belum tau tentang cinta meskipun kita pernah mendapatkan kekasih tapi  akhirnya putus gara-gara salah paham. susah sekali mencari pasangan yang setia dan menerima apa adanya nggak seperti bulan dan bintang yang setia.

maka dari itu
ada satu percakapan saat mereka tenang disana......

bulan : kenapa kamu selalu ada disampingku ?

bintang: karena kita selalu sudah diciptakan untuk saling berdampingan.

bulan : tapi aku tak bisa seindah kamu dan aku juga nggak bisa memancarkan keindahan seperti kamu.

bintang : aku tak akan terlihat indah apabila aku tak ada disampingmu.

bulan : kenapa mereka yang dibawah sana selalu memandang kita ?

bintang : karna mereka ingin seberuntung aku yang bisa melengkapimu....

saling percaya memang perlu tapi alangkah lebih bagus kalau kita percaya sama hati kecil karna hanyalah hati kecil yang mengerti apa yang harus kira lakukan dan saat kau sesaat memejamkan mata maka disaat itulah hati kecilmu menenangkan hatimu.....

Minggu, 23 Juni 2013

Hah? Jatuh cinta...!

emang sulit kalau aku merasakan jatuh cinta terhadap seseorang jangan sampek jatuh cinta sama kucing pasti aku nggak mau, dulu waktu smp aku sangat cupu sekali bayangkan baju seragam aja aku masukkin apalagi kaos kaki aku panjangakan apa nggak nama cupu. Waktu smp aslinya aseek juga tapi aku nggak merasakan itu karna aku selalu diolok oleh teman smpku dulu, dan jarang juga aku merasakan jatuh cinta kepada seorang gadis yang sangat kaya sedangkan aku, aku hanyalah seorang sederhana apalagi aku minder terhadapnya itu cuman masa-masa smpku dulu selalu minder terhadap orang aku suka.

Sekarang aku udah smk setiap hari aku selalu naek bis emang si rumahku jauh dari sekolahan tapi bagiku nggak ada masalahnya kalau kita punya nniat untuk pergi kesekolah. Pertama masuk sekolah sini rasanya berbeda dari smpku dulu disini anaknya akrab mungkin bisa aku berteman dengan mereka daripada dulu aku sama sekali nggak punya teman. 
 
Bel berbunyi waktunya aku pulang aku nggak pernah mampir kemana-mana aku langsung pulang aku nggak mau sampek larut malam disekolah sini lagian aku belum tau jalan sini, sebelum sampek dihalte tempat nunggunya angkot atau bis aku berjalan dulu untuk menuju halte tapi aku nggak sendirian disampingku ada seorang cowok yang agak tinggi dariku dia pakai topi namanya nggak salah fuad aku kenal dia waktu aku naik bis terus duduk bersama dia.

sekolah mana? “ tanyaku kedia 
 
smkn9, kamu? “ dia menjawab dengan suara pelan 
 
kalu gitu sama donk sama aku “  
 
owh “ 
 
pak kondektur bis mengeluarkan suara yang sangat lantang sekali, dia pikir semua penumpang sini nggak denger terus semua penumpang sini dianggap tuli sama bapak kondektur. 
 
siwalan kerto, siwalan kerto, petra “ suara pak kondektur yang sangat cempreng banget
aku turun bersama fuad untuk menuju sekolah kita harus jalan kaki atau kita naik angkot yang ada disini, tapi kita nggak naik angkot atau jalan kaki karna ada seorang bapak-bapak setauhuku dia kenal ama si fuad akhirnya kami naik sepeda motor untuk menuju sekolahan.

Jam pertama emang nggak ada pelajaran kita cuman dikasih pengarahan tentang sekolahan, kita dikasih tau menuju kantin, menuju toilet, menuju ruang guru dan menuju surga. Dengan boring cuman dikasih pengarahan yang begitu saja nakhirnya selesai juga dan dipersilahkan untuk istirahat dan juga dipersilahkan menuju kantin.

Sesudah menuju kantin ada seorang cewek yang agak pendek dari aku rambutnya panjang seperti kunti ambil anak eh salah kuntilanak, kayaknya cewek ini tersesat atau salah menuju yang sudah disaran kann oleh kakak kelas atau jangan-jangan cewek ini minta kenalan sama aku. *langsung kepalanya gede

ahh permisi numpang tanya kalau menuju ruang guru dimana yaa ? “ tanya dia dengan suara lembut sekali

apa tak kirain minta kenalan sama aku dan tak pikir-pikir jangan ngomonmg numpang dehh ntar dikirain penjaga toilet yang ada seseorang yang mau numpang cuci muka, aku masih berdiri melihat dia sampek-sampek aku nggak pernah ngomong sama cewek ndeso banget yaa aku.

a-nu mbak itu kamu belok kanan terus belok kiri situ tempat ruang guru “ jawab aku sambil tersenyum lebar*

cewek itu langsung pergi tanpa bilang terima kasih dasar cewek jaman sekarang nggak ada sopan santunya sama orang yang udah kasih tau jalan seharusnya berterima kasih donk sebel aku, akun langsung melanjutkan makanku yang daritadi aku biarkan sampek-sampek makanku menjadi lemes dan kering gara-gara cewek itu makananku jadi begini.

Bel berbunyi panjang banget katanya kalau bel berbunyi panjang itu tandanya udah pulang nggak taunya bel yang bunyinya panjang banget itu tandanya jam istirahat udah selesai, anjritt aku tertipu oleh bel itu awas lohh yaa kalau aku tau tempat kamu sembunyi pasti aku pukul sampek babak telur ehh salah lagi babak belur.

Hari ini aku senag banget karna aku udah kenalan sama anak yang jurusan sama aku betapa bahagianya hati ini pasti sesuatu banget dehh kayak lagunya syarini, aku langsung menuju kelas entah mau ngapain mungkin mau nyebarin jadwal-jadwal untuk awal masuk sekolah. Belum sempat aku masuk kelas aku ketemu cewek yang nggak punya sopan itu dia mau apalagi dariku? Muka cewek itu cemberut banget apa aku punya salah kedia apa yang udah aku kasih saran tadi salah.

mas tadi aku kesasar? “ dia nanya kayak ibu-ibu yang mau pukulin anaknya 
 
lohh kok bisa? “ aku jawab dengan santai 
 
iya mas aku tadi kesasar kemunuju kamar mandi “ pertanyaan ini benar-benar bikin mukanya 
cemberut sekali.

Apa? Aku kaget sekali dan luar biasa jantung ini berdetak sangat cepat, apa yang aku lakukan tadi udah ngomelin di nggak berterima kasih keaku sekarang dia malah marah sama aku gara-gara saranku tadi salah. Mungkin aku belum paham apa yang ada dipengarahan tadi jelas-jelas aku nggak paham lahh aku tidur dikelas tadi.

a-nu maaf dehh kalau gitu sekali lagi aku minta “ aku langsung jawab dengan pelan sekali agar nggak ada yang kedengaran pembicaraan ini.

Aduh cewek itu langsung pergi pas aku mau minta maaf pasti cewek itu kesal banget sama aku, lain kali aku nggak berani dehh kasih saran lagi kepada seseorang ujung-ujungnya aku kasih saran yang menuju neraka malahan. Bagaiman kalau aku ketemu dia lagi pasti aku diomelin kayak ibu-ibu mau arisan persis yang ada ditetangga sebelah rumahku, muka ini ditaruh mana kalau aku ketemu dia? Ahh daripada akun mikirin masalahku dengan cewek itu mending aku meneju kelas aja.

Bel berbunyi. Ini benar-benar waktunya pulang nggak kayak tadi bel berbunyi tandanya udah selesai makan dan menuju kekelas, seperti biasanya aku pulang harus jalan kaki dulu untuk menuju kehalte sesampainya dihalte dan sekarang waktunya nunggu bis.

Bis damri udah dateng bis ini membawa aku menuju keblauran, hari ini waktu menunjukkan udah sore didalam bis aku bertemu sama cewek yang duduk diujung sana yang jauh sekali dari tempat dudukku daripada aku sendirian di kursi ini aku memberanikan ke tempat duduk yang diduduki oleh cewek itu nggak mungkin aku langsung duduk didekatnya mungkin aku duduk disampingnya yang dia duduki.

Dengan basa-basi tanpa nasi basi dan satu hal aku masang muka dengan sok cool banget kedia, diperjalanan aku sempat berbincang dengan dia.

namanya siapa mbak ? “ tanya aku kedia

namaku anisa, kamu? “

aku afri “ padahal waktu kecil nama aku feri

cewek itu udah nggak ngomong lagi ama aku mungkin dia kedinginan karna semua jendela bisa dibuka makanya dia kedinginan, cewek ini bertubuh kecil, berjilbab aku nggak tau rambutnya panjang atau pendek. 
 
Bis tiba-tiba berhenti aku langsung turun dan tersenyum kepadanya, aku melanjutkan perjalanan pulang sekali lagi rumahku sangat jauh dari sekolahan makanya tubuh ini cepat letih, lesu, lemah. Tiba dirumah aku langsung cuci kaki dengan sabun mungkin aja ada bau bekas kaus kaki aku nggak berani mandi karna udaranya sangat dingin bukannya tambah segar selesau mandi ntar ujung-ujungnya kena penyakit malahan.

Aku mulet dari tempat tidurku dengan pose-pose yang aku nggak sadari, seperti biasa aku harus jalan kaki menuju halte seperti pulang sekolah setia hari harus begini melulu. Sesampainya dihalte bis damri patas yang ada acnya aku langsung naik daripada aku nunggu yang nggak ada acnya emang terlalu mahal dengan is yang ada acnya cman selisih seribu sii tapi bagiku mahal kalau naik bis yang ada acnya.

Sesampainya disekolah aku melihatb cewek yang berjilbab yang kemarin pulang bersamaku namanya siapa yaa owh yaa aku ingat namanya adalah anisa, ternyata oh ternyata kelasku ama kelasnya dia sama aku langsung kaget untungnya nggak sampek jatuh.

afri kamu sekelas yaa ama aku? “ tanya dia sambil senyuk keaku 
 
i-iya nis kita sekelas, hehehe “ aku njawab dengan semangat dan membuka mulut yang sangat lebar untuk senyum

seminggu udah kita saling kenal aku juga kenal sama temen cewek yang lain sekaligus pulang naik bisa bareng cewek itu bernama shinta, aku dan shinta sempat ditawarkan untuk pergi kerumahnya anisa aku sii mau-mau aja tapi menuju dirumah anisa naek apa kann rumahnya anisa sangat jauh dari rumahku, lagi-lagi kejauhan. Disekolahan ada orangtuanya anisa dalam hati aku mikir mudah-mudahan kita naek mobilnya si anisa semoga terkabulkan doaku. Amien :)

Anisa:naek mobil abiku aja?

Shinta:emang gpp tag?

Anisa:yaa gpp lahh siapa yang ngelarang

shinta:gimana fri

aku:ahh yaa terserah sii

anisa:yaa dahh kita berangkat

alhamdulilah doaku terkabulkan akhirnya aku shinta naek mobilnya si anisa, dalam perjalanan kita ngobrol sambil memperkenalkan diri kepada orang tuanya anisa ternyata orangtuanya anisa udah naek haji berarti kita disuruh ama anisa kalau manggil abbi ama ummi aja.

Sesampainya dirumah anisa aku langsung kaget nggak membayanghkan apa yang aku liat disekitarku rumahku, ternyata rumah anisa sangat bagus sekali. Aku kira anisa itu seperti aku yang sederhana nggak nyangka anisa lebih dari itu, kita masuk terus meliahat apa yang ada dirumahnya anisa.
Sesudah dirumahnya anisa sehinnga kamin tidur dirumahnya, aku ama shinta berpamitan ama kedua orang tuanya untuk pergi kerumah tapi kedua orang tuanya anisa pergi kemobil dan kita disuruh kemobilnya kali ini kita dianter pulang ama orangtuanya anisa.

Sesampainya ditempat rumahnya shinta kita berhenti sejenak untuk menurunkan shinta ketempatnya shinta turun.

shinta:aku pamit dulu bi, mi nis dan afri

anisa:iya sama hati-hati yaa fri ama shinta

habis gitu abbi melanjutkan perjalanan menuju rumahku, lagi-lagi rumahku sangat jauh dari rumahnya shinta tapi kali ini keluarga ansia sangat baik sekali. 
 
Aku:udah bi sampek sini ae

abbi:ini rumah kamu?

Aku:iyaabi sini rumahku makasi yaa bi, mi, nis aku pulang dulu asalamualaikum

abbi:owh yaa sama-sama lain kali maen kerumah yaa waikumsalam

lagi-lagi aku masih jalan kaki menju rumahku emang sangat jauh tapi kali ini gapura dekat ujung jalan ama rumahku nggak terlalu jauh jadi nggak capek algi untu jalan kaki.

Hari demi hari aku menjalanin kegiatan sekolah ( ya iyalah masak ikut kegiatan ibu-ibu arisan ) widiiih ada cewek yang mau kesini tapi aku nggak mau dia terlalu gemuk tapi nggak gemuk amat si, cewek itu datang kepadaku cuman memberi kabar kalau ada seseorang yang suka ama aku? Aku langsung kaget dengan kabar yang diberikan cewek itu. 
 
Heh? Kamu aku minta nomernya dia donk nggak lama dia kasih nomernya keaku, malemnya aku sms dia dan aku ngomong sesuatu kayak lagunya syarini kenapa lagu syahrini melulu si. Tangan ini bergetar saat mau ngetik beberapa detik aku memberanikan diri aku harus menghilangkan rasa minderku yang ada dismpku dulu.

hay? “

siapa?

aku afry “

afry siapa? “

temen sekelasmu, besok aku mau ngomong sama kamu ya ? “

ternyata cewek yang suka ama kau temen sekelasku aku tau setelah dikasih tau oleh temenya yang waktu itu yang menhampiriku, tapi aku bingung haruis bicara apa misalnya aku nembak dia aku aja nggak pernah pacaran apalagi nembak cewek mungkin nembak burung aja aku bisa meskipun senapanya berat banget. Besoknya aku ngomong aja ketemennya cewek yang suka ama aku bagaiman caranya nembak cewek.

besok paginya aku langsung kekelas sebelum cewek yang suka ama aku datang lebih dulu, aku menuju cewek yang kemarin menhampiriku dan mempertanyakan bagaimana caranya nembak cewek bukan ditembak ama pistol. *mungkin langsung mati kalau ditembak ama pistol

yak apa caranya bisa nembak dia? : tanya aku dengan cepat

gampang “

gampang darimana aku aja nggak pernah nembak cewek “

hahahaha? Apa? Nggak pernah nembak cewek!

Kurang ajar aku diketawain malahan pasti dia syok saat aku ngomong kayak gitu, emang aku nggak pernah pacaran dan cupu tentang cinta mungkin dia aja pernah pacaran apalagi gonta-ganti pasangan seperti kartu ae. Aku terus menggoda dia agar aku tau caranya nembak cewek nggak lama kemudian dia memberitahukan caranyanya.

kamu bilang kedia kalau suka ama dia dan bilang mau nggak jadi pacarku “ dia kasih caranya dengan mata melotot. “ udah gitu doank” ! Aku pikir caranya susah ternyata gampang.
Hah? Aku jatuh cinta! Serius nii aku menyukai seorang cewek dan melakukan nembak kecewek mana mungkin dengan keadaanku begini, waktu udah sore waktunya pulang dan menaiki bis kayak biasanya. Tiba-tiba ehh tiba-tiba cewek yang suka ama aku naik bis dan dia duduk sama aku.

Apa mungkin aku merasakan jatuh cinta dan perasaan suka ama dia, emang sii aku dahh kenala dahh lama lagian cewek itu sekelas ama aku mungkin aku harus mencoba untuk tidak menjomblo lagi emang aku nggak tau cinta dan selalu minder.

a-anu aaaakkku “

iya apa? “ aduh mau ngomong aja susah aku harus bisa nii harus. 
 
aku suka kamu, mau nggak jadi pacarku? “

iya mau “ dia menjawab sambil senyum kepadaku 
 
akhirnya aku lega banget dan pertama kali aku nembak cewek didalam bis dan pertama kali naku pacaran. Malemnya aku sms-an ama dia nggak nyangka juga hari-hariku ditemenin seperti ini apalagi bilangnhya gitu-gitu aduh hati ini terasa melayang keudara indah sekali.

Hari demi hari hampir sudah 1 bulan aku jalanin dengan dia tanpa jalan-jalan atau apalah cuman ngobrol lewat sms akhirnya aku bosan hari-hari ini kita nggak ada hubungan lagi lalu aku diputusin ama dia.

maaf, ya aku ingin kamu jadi temenku aja” 
 
iya gpapa kok “ aku cuman tersenyum aja, mungkin aku harus seperti dulu yang nggak pernah tau rasa cinta itu apa.

Cinta itu membutakan aku sehingga aku benar-benar tau tentang cinta padahal aku nggakntau tentang cinta jadi aku itu sotoy bukan soto ingat! Mungkin aku harus seperti dulu lagi yang cupu dan nggak tau tentang cinta.




Sekolahku jauh...

hidup penuh lika-liku ada duka ada juga senang sebagai manusia harus menhadapi semua cobaan dengan sabar, dari dulu hidupku seperti ini tiada warna yang menerangi hidupku selalu ada cobaan, cobaan ,dan cobaan untuk aku. Aku harus bagaiman agar impianku tercapai dan bisa mengubah hidupku mungkin hanya lewat doa ini agar diberi cahaya untuk menerangi hidupku walaupun hidupku tak seperti yang lain tetapi masih ada lebih dari hidupku yang sederhana mungkin aku harus bersyukur dan berterima kasih kepada maha kuasa yang maha penyayang dan maha pengasih.

Aku terbangun dari tidurku dan akun langsung melihat ayah menampar pipi kanan ibu entah apa salah ibu kepada ayah ternyata ayah mabuk dan tidak menyadarkan diri mungkin dia kebanyakan minum sehingga dia seperti ini, saat itu aku nggak bisa apa-apa aku cuman melamun melihat pertengkaran mereka yang saat ekstrem. Mungkin aku masih kecil yang nggak usah memikirkan urusan orang dewasa seperti keadaan yang seperti ini, aku cuman menangis menatapi ibu yang terjatuh suatu saat aku akan membalas dendam apa yang dilakukan keibu aku cuman berkata lewat hati nggak mungkin aku langsung ngomong kayak gitu terhadap ayahku bisa-bisa aku kena tampar olehnya aku hanya diam dan diam, nggak beberapa kemudian ayahku pergi entah kemana lebih baik dia pergi jauh-jauh nggak usah menggangu keluarga kecilku.

tahun telah berganti tahun kini aku melanjutkan sekolah dismk atau sma, waktu pendaftaran aku milih pendaftaran online aku begadang sama ibu hingga pukul 12 malam. Jam menunjukan 12 malam aku langsung pergi ke warnet sama ibuku, aku daftar dengan pilihan dinegeri aku nggak mau swasta ntar aku merasa bersalah waktu aku masuk swasta gara-gara biaya yang cukup mahal. Setelah aku mencari sekolahan yang tepat bagiku akhirnya aku milih dismkn9 yaitu sekolah kesenian salah satu dijawa timur aku milih sekolah sini dengan nilai yang sangat memuaskan bagiku cuman 30,80. kata tetanggaku sekolah smkn9 itu jauh, ntar jalan kaki kalau nyampek disiwalan terus kesekolahnya harus berjalan kaki. Aku merasa putus asa waktu tetanggaku bilang begitu tapi aku nggak mau nyerah dengan omongan orang lain, belum tentu aku jalanain disekolah sini nggak terlalu jauh. 
 
Besoknya waktu mau daftar ulang aku lihat dikomputer ternyata aku masuk sekolah di smkn9 aku langsung bergegas pergi kesekolah sama ibuku, aku berjalan kaki menuju siola dan sampai disioala aku naek bis. Sesampainya disiwalan kerto ternyata benar aku harus jalan kaki menuju sekolah tapi aku nggak nyerah sampek disiwalan ini, aku berjalan dengan didampingi sama ibuku nggak terasa kalau jalan kaki nggak merasa jauh. Aku lupa dimana sekolahannya? Waktu menunjukkan jam 11.30 siang, aku bertanya kepada orang disekitar sini dan aku menanyakan dimana sekolah smkn9. 
pak smkn9 itu dimana? “ 
 
owh, itu lurus saja ntar belok kanan. “
makasih pak. “

aku langsung menuju ketempat itu yang sudah dijelaskan sama bapak tersebut, perutku terasa keroncongan dan tenggorokanku terasa kering tapi aku tetap ingin masuk negeri. Pukul 12.00 pendaftaran ulang ditutup aku nggak percaya kalau pendaftaran ditutup, aku langsung narik tangan kanan ibu untuk pergi kedalam gedung itu untuk daftar ulang. Aku nggak peduli mau diusir atau apalah, tubuh ini terasa tak berdaya aku langsung pinsan, beberapa menit aku terbangun ibuku yang sedang berbicara dengan guru yang ada disana untuk memohon agar bisa masuk disekolah sini, aku langsung berdiri dan berbicara dengan guru itu.

bu, aku mohon bisa masuk sekolah sini aku kesiangan karena rumahku jauh bu? “ aku berbicara sama guru salah satu jurusan yang aku ambil yaitui teater 
 
pertanyaanku nggak dijawab oleh guru itu, nggak lama kemudian aku diterima sekolah sini aku merasa senang walaupun badan ini mau jatuh apa guru ini kasihan sama aku? Mungkin saja dia kasihan sama aku dan ibuku. Guru itu bernama bu yuli, bu yuli menyerahkan formulir kepada ibuku.
Bu yuli: ibu, silahkan tanda tangan dan bayar uang sebesar 550 ribu untuk perlengkapan diteater
Ibu: owh, iyaa bu.
Bayangkan uang 550 ribu sebesar itu aku aja nggak mampu beli buku apalagi uang sebesar itu aku benar-benar nggak sanggup aku hanyalah orang sederhana, akhirnya aku kekepala sekolah untuk meringankan biaya ini.

Hari mau memasuki kesekolah menengah kejuruan dan berganti baju menjadi putih abu-abu dan memasuki dunia baru daripada kemasa smp dulu atau kemasa SD dulu. Hari ini aku ama ibu mau daftar ulang kedua disekolahan, sesudah aku sampek sekolah aku bertemu sama cewek yang sedang duduk dan memegan hp mukanya cemberut dan diem melulu. Lalu aku mau tanya kecewek itu, seolah aku sok cool dan tidak terlalu cupu pada masa smpku dulu. 
mbak kalau mau daftar ulang kemana yaa ? “ 
 
aku nanya kedia dengan basa-basi dan sok cool, karena aku kecapekan habis keliling sekolahan yang begitu luas seperti keliling monas aja. Lalu cewek itu menjawab pertanyaanku dengan muka yang sombong banget.
kesitu “ udah itu doank, anjrit sombong banget anak ini masih sekolah aja sombongnya setengah mati. Apalagi dia udah terkenal pasti sombongnya kemana-mana kayak sampah yang berkeliaran.
Hari pertama masuk mos aku lupa yang dikasih saran kakak kelas ke aku, aku lupa nggak buat tali sepatu terbuat dari gedebuk pisang. Aduh! Aku bingung pusing 7 keliling kayak dikejar maling ehh salah kayak dikejar anjing, busyet aku harus gimana? Jantungku deg deg deg mau copot, darahku mengalir seperti air yaa udah aku pikirin besok apa yang terjadi.

Sesampai disekolah aku nyari anak atau mau rampas tali biar aku nggak dimarahin sama kakak mos, 10 menit aku keliling nyari tali sepatu yang terbuat dari gedebog pisang akhirnya aku menemukan juga jantung yang awalnya dag dig duarrr kini lega banget udah punya seutas tali, seandainya aku nggak buat tali atau nggak memakainya pasti aku digantung keatas menara yang tinggi monas, dan aku akan menjerit minta tolong. Tolong! Tolong! Ttooloongg!!! dan nggak mungkin ini terjadi kann.
Hari pertama mos emang sulit bagiku yang disuruh kakak kelas yang inilah yang itulah emang aku pembantumu tag? Alhamdulilah muka ini terasa senang banget hari pertama mos selesai juga dan besoknya disuruh buat topi dari pot bunga, hah? Aku syok aku mau pinsan dia pikir kepalaku dikasih pot bunga terus disiram akhirnya muncul bunganya gitu!!! 
 
sesampainya dirumah aku cari pot bunga ternyata susah juga cari pot bunga masak aku naik odong-odong terus nyampek apa mungkin yaa! Matahari muncul dan menyatakan sudah pagi ( iya-iyalah kata siapa sudah malam ). segera aku pergi dengan naik mobil pribadiku kayak mobil panjang terus banyak orangnya mungkin aku anaknya baik hati, rajin menabung dan rajin sholat sampek orang aku bareng aku persilahkan. 
 
Hari mos kedua, ohh yaa mos itu apa yaa? Udah lahh nggak usah dipikirin lagi lagian nggak penting juga, aku ketawa ngakak sampek-sampek keselek angin ( padahal nggak juga ) aku melihat orang dilingkungan sekolahku kok banyak tentara mau perang yaa ? Just kidding kayak puding. Aduh kakak kelas dia mau ngapain ke aku, jangan kak aku masih jaka ting-ting kayak ayu ting-ting (padahal cuman negur aja).
ngapain kamu kesini ? “ dengan suara yang sangat keras kakak kelas ini menegurku.
Yaa sesuka aku dong aku mau ini kek, mau itu kek, sampek-sampek ketek aku mau kesebutin terus emang masalah buat loe kak. Untung aja itu kata-kata masih didalam hatiku kalau dibicarain langsungh mungkin aku langsung dihukum.
a-aaa nu kak mau kesana “ aku jawab dengan wajah ketakutan.
cepat kesana ? “ 
 
busyet! Mentang-mentang kakak kelas kalau mau bentak seenaknya aja dasar keong racun, ehh salah kayak macan garong yang suka marah-marah, benar nggak yaa ? Mos kedua sudah selesai dan besok mos kejuruan aku berdoa semoga hari besok nggak kayak hari sebelumnya. Amieen 
 
hari ketiga mos ternyata doaku nggak terkabulkan hari ini sangat parah daripada mos sebelumnya, masak disuruh pakek inilah yaa itulah kayak orang gila ja. Habis gitu disuruh kepos yang diberi saran sama kakak kelas kejuruanku ( emang kepos satpam, pos kamling, atau kekantor pos tag?? ).
pos 1, disuruh tanya jawab, widiih tanya jawab kayak kuis ditelevisi pasti dapat uang yaa kalau menang kalau nggak yaa nasib. 
 
ini pos berapa ? “
hah, apa?? emang pos ada dimana-mana yaa aduh kakak kelas kok begini, kalau bicara yang jelas donk kak.
ini pos 1 kak “ aku menjawab dengan sopan dan cupunya aku. Ternyata oh ternyata aku ketiban duren yang montok banget pasti enak nii?, aku dengan kelompokku dibentak sama kakak kelas yang sudah nggak cool, nggak femous dan nggak cakep pula, aduh mau lemparin sepatu kemuka dia.

Pos 2, disuruh masuk keruang yang sangat gelap kayak bioskop mau mainkan filmnya padahal aku nggak pernah kebioskop. Diruang ini berbagai hantu atau apalah ternyata diruang ini aku dikasih saran kalau masuk sekolah sini jangan putus asa harus kuat menghadapi dan satu lagi kalau udah masuk sekolah sini apalagi kejuruannya. Yaa aku manut aja pa yang dikatakan sama kakak kelas, akhirnya pos 2 telah berahkir sekarang masuk ke pos3 yang terahkir.
wuaduh aku kaget kayak mau...

masak disuruh jalan ketempat yang banyak lumpur terus dibawahnya kolam ada orang yang sangat seram, habis gitu aku disuruh nyanyi dengan suara yang sangat keras padahal suaraku kecil banget. Apa kata ibuku kalau anaknya kotor dan jatuh kekolam, apa kata hati aja dehh aku nyebrang dengan hati0hati, kanan kiri ada kakak kelas yang ngasih tepung ( emangnya ini acara pesbukers apa pakek masak air dulu habis gitu dikasih tepung. ), akhirnya aku sampek keujung dan selamat dari lubang buaya.

Matahari yang sangat panas ini menunjukan seiang waktunya pulang kerumah, mos disekolah menengah kejuruan dan pertama kali aku alami daripada mos waktu smpku dulu dan ini akan menjadi kenangan terindah bagiku. 
 
Walaupun sekolah jauh aku tetap untuk niat pergi kesekolah, dan masa lalu pelan-pelan aku lupakan. Semua orang pasti punya masalah, pasti punya cobaan, aku juga dan semua orang juga punya cobaan. Yang penting jangan patah semangat, percaya deh hidup ini berputar seperti roda ada kalanya kita susah ada saatnya kita bahagia.

 Percaya dan selalu berdoa tuhan itu adil kok, tuhan nggak bakal kasih cobaan yang nggak mampu dijalani umatnya. Sabar dan terus berusaha usaha dan usaha, masalah akhir bisa dilihat nanti. Emang masa lalu ada untuk diingat dan dikenang, tapi jangan berlebihaan. Jalan allah mudah takdirnya bisa diubah pokoknya kita jangan lupa sholat jalani apa adanya nggak usah ngeluh apa yang diberikan maha kausa terhadap kita. Dan nggak usah nyalahin tuhan percaya semua bisa bahagia pada akhirnya, meskipun sekolah jauh aku bisa bahagia dihari-hari disekolahku ini daripada masa-masa smp, sd dan masa-masa aku masih mencari uang dijalanan.
















Aku berhenti mencari uang.....

aku lahir tahun 1996 bulan april, tanggal 05, tahun demi tahun aku beranjak menjadi anak yang masih kanak-kanak umurku 7 tahun. Aku sering diceritakan ama ibuku yang paling aku mau nangis sambil mau marah ibu menceritakan waktu aku lahir.
dulu kamu dilahir tanpa seorang ayah atau tak ada yang mendampingimu,cuman ada nenek sama kakek kamu. Waktu ayahmu masuk penjara karna dia mabuk atau entah kenapa, dan saat itu kamu aku ajak mencari uang dijalanan waktu umurmu 2tahunan. Kita mencari uang demi sesuap nasi meskipun panas kepanasan atau hujan kehujanan dan ayahmu juga nggak pernah menafkahi kita selama bertahun-tahun. Waktu aku melahirkan kakakmu yang perempuan sampek sekarang. Dan aku melahirkan anak yang terakhir yaitu perempuan walaupun dia nggak normal seperti kalian aku tetap usaha membesarkannya dan menyayanginya seperti kalian.”

aku sempat menjatuhkan airmata dan kesal dalam hati mau balas dendam ama ayahku yang nggak pernah peduli ama keluargaku, kini aku setiap hari mencari uang dijalanan dan nggak lupa ama urusan sekolahku. Aku masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 2, meskipun aku masih kecil aku mampu mencari uang sendiri tanpa mensusahkan siapapun kecuali orang yang minta uang dan memberikannya keaku. Setiap pulang sekolah aku berangkat kejalanan untuk mencari uang hinnga malam larut dan besoknya waktu aku sekolah masih ngantuk untuk belajar disekolah, meskipun aku masih ngantuk aku bisa bertahan sampek bel berbunyi untuk pulang. 
 
Matahari telah menyinari tempat tidurku waktunya aku untuk berangkat sekolah dan siangnya aku berangkat kelampu merah atau diparkiran tempat dimana aku mencari uang, aku masih ingat waktu dulu masih umur 3tahunan aku pernah hilang dalam memory otakku aku ingat waktu ibu menggandengku dan adikku digendong ibu masuk kampung dan keluar kampung mencari uang waktu kita nyampek dipasar, pasar itu sangat ramai sehingga gandenganku ketangan ibu terlepas.
Nggak lama kemudian aku ditemukan oleh seorang teman ibu waktu dulu, aku bersyukur aku telah kembali kepada pelukan ibu aku nggak tau bagaimana rasannya bila aku hilang dan tidak menemukan ibu kembali. Setelah aku ditemukan oleh teman lama ibu aku diajak kerumah teman ibu untuk menginap beberapa hari, aku yang masih kecil nggak tau apa-apa rambutku langsung dipotong bersih oleh ibu mungkin disaat itu aku nggak merasakan malu terhadap mteman atau orang lain.

aku melihat orang-orang yang beralalu lalang disebuah toko mereka jalan-jalan bersama keluargannya atau sama siapapun, aku berjalan menuju kelampu merah aku menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur disetiap kendaraan yang berhenti dilampu merah. Hari ini panas sehingga kulitku terbakar oleh terik panasnya matahari walaupun panas aku tetap mencari uang demi sesuap nasi nggak peduli apa yang aku rasakan saat ini, disebelah ada restoran yang sangat mewah daridulu aku kepingin kesana tapi nggak mungkin aku kesana mencari sesuap nasi saja aku susah.
Apalagi direstoran makanannya sangat mahal-mahal, aku nggak mampu untuk membelinya, aku hanya bisa pergi kewarung yang sederhana bisa makan sampek perut kenyang, meskipun diwarung sangat murah tapi aku masih kepingin makan yang sangat mewah dorestoran situ. Setiap hari aku hanya memandanginya dan nggak berani masuk kesana, disana hanya ada orang yang pakai jas, baju mewah atau apapun yang penting mereka berdompet tebal.
Waktu udah sore aku nggak kuat berjalan menuju pulang akhirnya aku tidur diemperan tok bersama adik dan ibuku. Aku nggak pertama kali aku tidur diemperan seperti ini, waktu umur 5tahun aku tidur diemperan toko yang sama saat ini aku tiduri. Perutku keroncongan daritadi pagi aku belum sempat makan, aku nggak tau harus mencari makanan dimana sedangkan penghasilan hari ini lumayan sedikit sehingga aku nggak pergi kewarung untuk membeli nasi bungkus. 
 
Aku melihat adik sama ibu tertidur lelap mungkin mereka kecapekan, yaa sudahlah aku aja yang mencari makanan untuk aku ama adik dan ibu aku berangkat tanpa tujuan yang pasti aku mencari uang diwarung yang sangat jauh dari tempat tidurku tadi diemperan toko.

Emperan toko pernah aku tiduri bersama ibu dan adikku hingga pagi, sempat aku, ibu dan adikku pernah digaruk sama polisi pamong praja kita dibawa kesuatu tempat yang seperti penjara dan dicampur sama orang-orang jalanan lain. Dan sebelahnya ada orang gila yang dibawa, ada petugas yang bawa makanan untuk kita aku menhela napas saat aku lihat makananya, makannya itu nasi yang udah basi terus diolah lagi dan lauknya cuman tahu tempe mau nggak mau aku santap makananya itu meskipun dilihat nggak enak yang penting perut nggak kelaparan kita makan bersama.

3hari kita dimasukkan seperti orang yang mencuri sesuatu, akhirnya kita bebas dari tempat itu meskipun kita bebas aku tetap masih mencari uang dijalanan, nggak cuman sekali ini kita digaruk sama polisi pamong praja kita digaruk kedua kali ini. Yang pertama pas umurku 4tahunan aku pernah diceritakan ama ibu dan tetanggaku yang sebelah rumah, tetanggaku tau dia pernah ketempat kita digaruk.

Suatu hari waktu minggu aku berangkat pagi-pagi kelampu merah tanpa las kaki yang aku pakai, aku keliling dilampu merah ini sampek sore perutku keroncongan tapi aku masih belum dapat uang yang cukup, aku bingung harus makan apa, aku lihat sebelah emperan ada nasi kotak mungkin udah basi atau sisa yang sudah dimakan oleh pemiliknya tanpa pengetahuan lebih luas akhirnya aku makan nasi kotak itu hingga habis. 
 
Matahari sudah tenggelam waktunya aku pulang karna besok aku harus berangkat sekolah, badan ini terasa lelah dan mau pinsang ketempat lampu merah, kita pulang bersama ibu dan adikku. Rumahku dekat sungai, rumahku terbuat dari bahan kayu dan beberapa semen. Hanya sekotak lumayan buat kita berteduh, kita bersyukur kita bisa punya tempat tinggal dan menajalani apa adanya. 
 
Aku masih menjalankan aktivitasku yaitu sekolah dan siangnya aku berangkat ketempat aku mencari uang, aku berangkat kesekolah kesiangan sehingga aku telat disekolah. Semua teman yang ada diruangan kelas menatapiku dengan sensitif, entah kenapa aku dibenci padahal aku nggak punya salah kepada mereka. Mulai dulu aku selalu dipojokan oleh teman sekelasku aku hanya duduk sendirian nggak ada teman yang mau duduk denganku mungkin aku seorang anak jalanan yang selalu menggangu orang yang aku hampiri apa kalian nggak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Mungkin tuhan berkehendak lain terhadapku mungkin ini cobaan untuk aku semoga yang pernah ngejek aku dan menggangu aku selalu diberikan ketabahan baginya. 
 
kata orang anak jalanan bermalas-malasan untuk bekerja, anak jalanan selalu dipandang sebelah mata. Kata orang anak jalanan tidak bisa membuat karya dan selalu dikatakan cuman menggangu orang, dulu aku hidup dijalanan untuk mencari uang untuk sesuap nasi dari kepanasan, kehujanan. Disisi lain aku bisa membantu orang tua termasuk ibuku dan adikku, meskipun aku mencari nafkah dijalanan aku masih tetap sekolah dan meraih mimpi, walaupun kepanasan aku masih mampu mencari uang, walaupun kehujanan aku mampu mencari uang untuk sesuap atau sebungkus nasi hanya untuk menganjil perut agar tidak kelaparan.

Saat umur 7 tahun aku baru tahu rasanya pahitnya kehidupan dan mencari uang buat uang saku sekolah, buat makan sehari-hari dan beli buku disekolah. Meskipun aku pernah diejek sama temen-temen dikelas karna aku anak jalanan aku tetap menjalankan hari-hariku tanpa memedulikan omongan temenku, mungkin dia aja yang nggak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Apakah ada warna untuk hidupku, jika ada berikan warna untuk hidupku. Mungkin warna cahaya? Mungkin warna kehidupan yang lebih cerah ?.

Bangun pagi pasti ada matahari...

tidur malam pasti ada bulan dan bintang...

ada mimpi dipikiran mulai membayangkan sesuatu yang kan menjadi tidur malamku.
Sekarang aku mulai punya mimpi dan cita-cita untuk menjadi seorang atlit sepak bola internasional, aku berdoa semoga mimpi dan cita-citaku terkabulkan. Amien

kadang hidup diatas

kadang hidup dibawah

kadang hidup senang 
 
kadang hidup ada duka dan cobaan-cobaan yang harus dijalanin dengan sabar.
Walaupun ada cobaan-cobaan, apapun kejadian kita harus bersyukur dengan apapun yang diberikan. Jangan takut bermimpi besar, sebab orang yang tak punya mimpi berarti tak punya cita-cita dan masa depan.

Aku sudah menyelesaikan ujian nasionalku waktu aku masih duduk dibangku sekolah dasar, aku memperjuangkan ini untuk masa depanku dan membuat ibu senang melihat aku masih sekolah ditingkat tinggi. sebentar lagi aku sekolah lebih lanjut lagi yaitu sekolah menengah pertama (smp). Aku sangat bersyukur telah lulus dan nilaiku cukup memuaskan, ibuku juga ikut berbahagia dengan hasil unasku dan saat kulihat nilaiku aku sangat kaget nilaiku besar sehingga masuk 3 besar disekolah dasar yaitu 26.00 nilai ini cukup memuaskanku dan ibuku sangat senang.

Hari ini aku diajak sama ibu untuk membeli sepatu dan tas, betapa senangnya hari ini aku bisa membeli sepatu dan tas. Meskipun harganya murah aku sangat senang yang penting sepatu dan tas ini bisa dipakai, aku nggak sabar untuk memakainya dan menikmati awal-awal masuk smp dan baju telah berganti menjadi putih biru. Waktu aku masuk sekolah menengah pertama negeri 8 (smpn8), aku melihat disekitarku banyak anak yang masuk sini dengan berpakain rapi dan bersih sedangkan aku dengan berpakaian yang sangat kumuh dan nggak bersih. Ada juga yang diantar pakai kendaraan sepeda motor ada juga yang diantar sama mobil, akun cuman melihatnya dan aku nggak merasakan iri kepada orang-orang yang disekitarku.

Hari ini aku masuk dikelas 7 c atau kelas 1 c aku selalu duduk sendirian dan nggak ada yang mau duduk disebelahku, dan hari ini nggak ada pelajaran cuman ada pengarahan tentang sekolahan yang ada disini. Dulu sampek sekarang aku nggak merubah sifatku waktu aku duduk disekolah dasar aku anaknya pindiem nggak pernah ngomong sama temen cuman anak yang aku kenal yang aku ajak ngomong, meskipun aku pindiem aku sering mencoba bergaul dengan semua orang yang ada disekolahan sini dismpn8 tapi semua nggak pernah terjadi. Kalau pergi sekolah aku kadang jalan kaki kadang aku naik angkot sedangkan yang lain naik kendaraan, ada yang diantar jemput, aku pingin seperti mereka aku selalu pingin tapi mau gimana lagi aku dari keluarga sederhana tapi aku sangat bersyukur apa yang ada saat ini.

Sempat aku putus asa sekolah terus ingin bekerja demi membantu keluarga, tapi hati ini berkata lain aku harus sekolah setinggi mungkin. Aku anak kedua dari kakakku perempuan dan yang terakhir adikku, aku laki-laki sendiri dari 3 bersaudara. Kakakku yang perempuan sekarang nikah ia menylesaikan sekolah waktu smp dan beberapa tahun dia menikah dan adikku yang terakhir dia nggak sekolah gara-gara pikirannya nggak kuat untuk belajar atau disekolahkan. Cuman aku satu-satunya masih sekolah dan mencari nafkah untuk ibu dan adikku, semua keluargaku nggak pernah dinafkahi dari seorang ayah, semestinya ayah adalah kepala keluarga tapi aku yang kepala keluarga dengan mencari uang dijalanan. 
 
Aku sering digaruk sama satuan polisi pamong praja dan dibawa kemobil dan dipenjarakan, disana maku menginap selama 3 hari 2 malam bersama ibu dan adikku. Waktu itu aku masih duduk dibangku sekolah dasar waktu aku digaruk aku nggak sekolah selama beberapa hari. Disana dikasih makan yang nggak pernah aku makan yaitu nasi yang sudah basi dan ikan setengah matang, daripada aku kelaparan akhirnya aku makan bersama ibu dan adikku aku makan nasi tersebut dengan perlahan-lahan, sebelum aku masuk disini atau dipenjara aku ditanya sama salah satu polisi yang menangkapku. 
kamu masih sekolah ?” 
masih pak “
kenapa kamu ngamen “
buat makan dan biaya sekolah pak “

aku langsung mengucapkan kalimat itu dengan jelas, emang aku dilahirkan tanpa seorang ayah saat aku dilahirkan malah beliau masuk penjara. Walaupun aku punya ayah aku menggantikan posisi ayah menjadi tulang punggung keluarga sehari-hari aku mencari uang demi sesuap nasi agar masuk perut. Walaupun aku sering digaruk sama satuan polisi pamong praja aku tetap mencari uang dijalanan meskipun ancamannya sangat bahaya bagiku, selama aku hidup dijalanan aku senang aku bisa bantu mencari nafkahkeluarga, bisa biayai sekolahku sendiri. 
 
Hari raya telah tiba meskipun ggap seperti hari-hari biasa selama bertahun-tahun aku nggak pernah merasakan hari raya itu, waktu aku keliling kampung dari masuk kampung keluar kampung. Aku sempat menangis melihat anak seumuranku bisa beli baju dikasih uang dengan gampang dari keluargannya. Bagiku baju baru nggak penting aku nggak pernah beli baju yang adanya semua bajuku dikasih orang atau tetanggaku.

Tiada baju baru yang aku pakai, tiada wajah gembira pada diriku aku hanya meringgis kesedihan melihat orang memakai pakaian baru tetapi aku tidak bisa memakainya. Walaupun tak punya pakaian yang aku pakai aku tetap bersyukur masih ada pakaian yang aku bisa pakai, pakaian baru tak penting bagiku, bagiku bagaimana caranya bisa membahagiakan orang tua terutama ibu yang melahirkanku selama ini aku nggak bisa memberikan apapun atau nmembeli sesuatu. Mungkin tak perlu hari-hari yang penting tetapi hari-hari yang kita mau untuk memberinya sesuatu.

Aku nggak pernah beli buku disekolah kadang aku nyicil uang untuk beli buku, aku sempat ketemu guru saat aku dijalanan dan besoknya aku dipanggil keruang bimbingan konseling (bk) dengan rasa takut aku nggak punya salah disekolahan atau mengerjakan tugas dari sekolah tapi semua dugaanku salah aku malah dikasih buku sama guru, saat dikasih buku aku merasa bahagia walaupun nggak punya uang untuk beli buku.

1 tahun berlalu kini aku kelas 2 smp aku berhenti mencari uang dijalanan meskipun aku berhenti aku sangat sedih aku nggak bisa lagi membantu ibu dan adikku, aku masih memang anak pindiem yang nggak pernah berkomunikasi kepada teman-teman aku cuman punya teman beberapa saja yang mengerti keadaanku aku selalu dijauhi, aku selalu diejek . Setiap malam hati ini sedih kenapa aku diginiin kenapa? Apa salahku sehingga kalian nggak berteman denganku? Aku memang anak dari keluarga sederhana, tapi aku jga manusia. Kadang aku bahagia kadang aku sedih dengan hidupku ini.
Semua orang punya cita-cita, semua norang punya impian begitu pula denganku aku mempunyai cita-cita dan impian. Setiap malam menjelang tidur aku sering mimpi yaitu mimpi aku meraih cita-cita itu dan menghayal kemimpi itu, ternyata aku cuma mimpi dalam bunga tidurku mungkinkah mimpiku memjadi kenyataan. Semua orang punya impian, semua orang punya cita-cita semua impian dan cita-cita ingin terwujudkan walaupun masih dalam bunga tidur.

Kenapa aku suka sama perempuan yang ada disebelah kelasku mungkin aku udah dewasa atau aku mulai merasakan getaran cinta aku hanya anak pindiem aku nggak berani mendekati orang yang bukan levelku aku takut dengan semua ini, aku nggak tau tentang cinta kata orang cinta itu indah bagiku yang indah itu uang yang beberapa tahun lalu aku mencari sendiri. Lama kelamaan aku suka dengan cewek yang lebih dari aku dia setiap pakek kendaraan, waktu aku dikantin sekolahan aku melihat dia bersama laki-laki yang lebih ganteng dari aku dan cukup sederhana buat dia dan hari itu aku merasakan minder yang luar biasa yang aku alami mungkin aku nggak perlu merasakan cinta nggak semua cinta itu indah. 
 
tahun demi tahun aku berhenti mencari uang dijalanan dan selama 3 tahun aku sekolah menengah pertama aku nggak barang yang sangat mewah seperti handphone yang dapat komunikasi dan bisa berteman dengan siapa pun, aku cuman punya hp jadul yang nggak bisa buat berkomunikas dengan siapapun walaupun hpku jadul seperti ini tapi nggak penting bagiku. Setelah bertahun-tahun aku menjadi anak jalanan kini aku berhenti waktu umurku 11tahun saat aku duduk disekolaha menengah pertama aku masih kelas 2, rasanya aku bersalah dalam pikiranku aku nanti nggak bisa membantu mencari uang untuk beli sesuap nasi dan biaya sekolahku, kata ibuku aku harus sekolah jangan seperti ayahmu dan kakakmu akhirnya aku meniruti ngomongannya ibu.