digelapnya malam ada bintang dan bulan yang selalu membuat indahnya malam terasa hangat dan tenang, memandang keketenangan dan indahnya mereka yang membuat iri. ingin sekali bisa memiliki pasangan yang dapat sesetia bulan dan bintang.
dan yang bawah iri melihat bulan dan bintang yang setiap hari melihat diatas langit setiap malam tapi ada juga sepasang kekasih yang setia tapi ada satu syarat yaitu satu sama lain harus percaya dan keyakinan masing-masing.
cinta itu buta dan mentulikan kita sehingga kita belum tau tentang cinta meskipun kita pernah mendapatkan kekasih tapi akhirnya putus gara-gara salah paham. susah sekali mencari pasangan yang setia dan menerima apa adanya nggak seperti bulan dan bintang yang setia.
maka dari itu
ada satu percakapan saat mereka tenang disana......
bulan : kenapa kamu selalu ada disampingku ?
bintang: karena kita selalu sudah diciptakan untuk saling berdampingan.
bulan : tapi aku tak bisa seindah kamu dan aku juga nggak bisa memancarkan keindahan seperti kamu.
bintang : aku tak akan terlihat indah apabila aku tak ada disampingmu.
bulan : kenapa mereka yang dibawah sana selalu memandang kita ?
bintang : karna mereka ingin seberuntung aku yang bisa melengkapimu....
saling percaya memang perlu tapi alangkah lebih bagus kalau kita percaya sama hati kecil karna hanyalah hati kecil yang mengerti apa yang harus kira lakukan dan saat kau sesaat memejamkan mata maka disaat itulah hati kecilmu menenangkan hatimu.....
Kamis, 12 September 2013
Minggu, 23 Juni 2013
Hah?
Jatuh cinta...!
emang
sulit kalau aku merasakan jatuh cinta terhadap seseorang jangan
sampek jatuh cinta sama kucing pasti aku nggak mau, dulu waktu smp
aku sangat cupu sekali bayangkan baju seragam aja aku masukkin
apalagi kaos kaki aku panjangakan apa nggak nama cupu. Waktu smp
aslinya aseek juga tapi aku nggak merasakan itu karna aku selalu
diolok oleh teman smpku dulu, dan jarang juga aku merasakan jatuh
cinta kepada seorang gadis yang sangat kaya sedangkan aku, aku
hanyalah seorang sederhana apalagi aku minder terhadapnya itu cuman
masa-masa smpku dulu selalu minder terhadap orang aku suka.
Sekarang
aku udah smk setiap hari aku selalu naek bis emang si rumahku jauh
dari sekolahan tapi bagiku nggak ada masalahnya kalau kita punya
nniat untuk pergi kesekolah. Pertama masuk sekolah sini rasanya
berbeda dari smpku dulu disini anaknya akrab mungkin bisa aku
berteman dengan mereka daripada dulu aku sama sekali nggak punya
teman.
Bel
berbunyi waktunya aku pulang aku nggak pernah mampir kemana-mana aku
langsung pulang aku nggak mau sampek larut malam disekolah sini
lagian aku belum tau jalan sini, sebelum sampek dihalte tempat
nunggunya angkot atau bis aku berjalan dulu untuk menuju halte tapi
aku nggak sendirian disampingku ada seorang cowok yang agak tinggi
dariku dia pakai topi namanya nggak salah fuad aku kenal dia waktu
aku naik bis terus duduk bersama dia.
“
sekolah mana? “
tanyaku kedia
“
smkn9, kamu? “ dia
menjawab dengan suara pelan
“
kalu gitu sama donk
sama aku “
“
owh “
pak
kondektur bis mengeluarkan suara yang sangat lantang sekali, dia
pikir semua penumpang sini nggak denger terus semua penumpang sini
dianggap tuli sama bapak kondektur.
“
siwalan kerto,
siwalan kerto, petra “ suara pak kondektur yang sangat cempreng
banget
aku
turun bersama fuad untuk menuju sekolah kita harus jalan kaki atau
kita naik angkot yang ada disini, tapi kita nggak naik angkot atau
jalan kaki karna ada seorang bapak-bapak setauhuku dia kenal ama si
fuad akhirnya kami naik sepeda motor untuk menuju sekolahan.
Jam
pertama emang nggak ada pelajaran kita cuman dikasih pengarahan
tentang sekolahan, kita dikasih tau menuju kantin, menuju toilet,
menuju ruang guru dan menuju surga. Dengan boring cuman dikasih
pengarahan yang begitu saja nakhirnya selesai juga dan dipersilahkan
untuk istirahat dan juga dipersilahkan menuju kantin.
Sesudah
menuju kantin ada seorang cewek yang agak pendek dari aku rambutnya
panjang seperti kunti ambil anak eh salah kuntilanak, kayaknya cewek
ini tersesat atau salah menuju yang sudah disaran kann oleh kakak
kelas atau jangan-jangan cewek ini minta kenalan sama aku. *langsung
kepalanya gede
“
ahh permisi numpang
tanya kalau menuju ruang guru dimana yaa ? “ tanya dia dengan suara
lembut sekali
apa
tak kirain minta kenalan sama aku dan tak pikir-pikir jangan ngomonmg
numpang dehh ntar dikirain penjaga toilet yang ada seseorang yang mau
numpang cuci muka, aku masih berdiri melihat dia sampek-sampek aku
nggak pernah ngomong sama cewek ndeso banget yaa aku.
“
a-nu mbak itu kamu
belok kanan terus belok kiri situ tempat ruang guru “ jawab aku
sambil tersenyum lebar*
cewek
itu langsung pergi tanpa bilang terima kasih dasar cewek jaman
sekarang nggak ada sopan santunya sama orang yang udah kasih tau
jalan seharusnya berterima kasih donk sebel aku, akun langsung
melanjutkan makanku yang daritadi aku biarkan sampek-sampek makanku
menjadi lemes dan kering gara-gara cewek itu makananku jadi begini.
Bel
berbunyi panjang banget katanya kalau bel berbunyi panjang itu
tandanya udah pulang nggak taunya bel yang bunyinya panjang banget
itu tandanya jam istirahat udah selesai, anjritt aku tertipu oleh bel
itu awas lohh yaa kalau aku tau tempat kamu sembunyi pasti aku pukul
sampek babak telur ehh salah lagi babak belur.
Hari
ini aku senag banget karna aku udah kenalan sama anak yang jurusan
sama aku betapa bahagianya hati ini pasti sesuatu banget dehh kayak
lagunya syarini, aku langsung menuju kelas entah mau ngapain mungkin
mau nyebarin jadwal-jadwal untuk awal masuk sekolah. Belum sempat aku
masuk kelas aku ketemu cewek yang nggak punya sopan itu dia mau
apalagi dariku? Muka cewek itu cemberut banget apa aku punya salah
kedia apa yang udah aku kasih saran tadi salah.
“
mas tadi aku
kesasar? “ dia nanya kayak ibu-ibu yang mau pukulin anaknya
“
lohh kok bisa? “
aku jawab dengan santai
“
iya mas aku tadi
kesasar kemunuju kamar mandi “ pertanyaan ini benar-benar bikin
mukanya
cemberut sekali.
Apa?
Aku kaget sekali dan luar biasa jantung ini berdetak sangat cepat,
apa yang aku lakukan tadi udah ngomelin di nggak berterima kasih
keaku sekarang dia malah marah sama aku gara-gara saranku tadi salah.
Mungkin aku belum paham apa yang ada dipengarahan tadi jelas-jelas
aku nggak paham lahh aku tidur dikelas tadi.
“
a-nu maaf dehh kalau
gitu sekali lagi aku minta “ aku langsung jawab dengan pelan sekali
agar nggak ada yang kedengaran pembicaraan ini.
Aduh
cewek itu langsung pergi pas aku mau minta maaf pasti cewek itu kesal
banget sama aku, lain kali aku nggak berani dehh kasih saran lagi
kepada seseorang ujung-ujungnya aku kasih saran yang menuju neraka
malahan. Bagaiman kalau aku ketemu dia lagi pasti aku diomelin kayak
ibu-ibu mau arisan persis yang ada ditetangga sebelah rumahku, muka
ini ditaruh mana kalau aku ketemu dia? Ahh daripada akun mikirin
masalahku dengan cewek itu mending aku meneju kelas aja.
Bel
berbunyi. Ini benar-benar waktunya pulang nggak kayak tadi bel
berbunyi tandanya udah selesai makan dan menuju kekelas, seperti
biasanya aku pulang harus jalan kaki dulu untuk menuju kehalte
sesampainya dihalte dan sekarang waktunya nunggu bis.
Bis
damri udah dateng bis ini membawa aku menuju keblauran, hari ini
waktu menunjukkan udah sore didalam bis aku bertemu sama cewek yang
duduk diujung sana yang jauh sekali dari tempat dudukku daripada aku
sendirian di kursi ini aku memberanikan ke tempat duduk yang diduduki
oleh cewek itu nggak mungkin aku langsung duduk didekatnya mungkin
aku duduk disampingnya yang dia duduki.
Dengan
basa-basi tanpa nasi basi dan satu hal aku masang muka dengan sok
cool banget kedia, diperjalanan aku sempat berbincang dengan dia.
“
namanya siapa mbak ?
“ tanya aku kedia
“
namaku anisa, kamu?
“
aku
afri “ padahal waktu kecil nama aku feri
cewek
itu udah nggak ngomong lagi ama aku mungkin dia kedinginan karna
semua jendela bisa dibuka makanya dia kedinginan, cewek ini bertubuh
kecil, berjilbab aku nggak tau rambutnya panjang atau pendek.
Bis
tiba-tiba berhenti aku langsung turun dan tersenyum kepadanya, aku
melanjutkan perjalanan pulang sekali lagi rumahku sangat jauh dari
sekolahan makanya tubuh ini cepat letih, lesu, lemah. Tiba dirumah
aku langsung cuci kaki dengan sabun mungkin aja ada bau bekas kaus
kaki aku nggak berani mandi karna udaranya sangat dingin bukannya
tambah segar selesau mandi ntar ujung-ujungnya kena penyakit malahan.
Aku
mulet dari tempat tidurku dengan pose-pose yang aku nggak sadari,
seperti biasa aku harus jalan kaki menuju halte seperti pulang
sekolah setia hari harus begini melulu. Sesampainya dihalte bis damri
patas yang ada acnya aku langsung naik daripada aku nunggu yang nggak
ada acnya emang terlalu mahal dengan is yang ada acnya cman selisih
seribu sii tapi bagiku mahal kalau naik bis yang ada acnya.
Sesampainya
disekolah aku melihatb cewek yang berjilbab yang kemarin pulang
bersamaku namanya siapa yaa owh yaa aku ingat namanya adalah anisa,
ternyata oh ternyata kelasku ama kelasnya dia sama aku langsung kaget
untungnya nggak sampek jatuh.
“
afri kamu sekelas
yaa ama aku? “ tanya dia sambil senyuk keaku
“
i-iya nis kita
sekelas, hehehe “ aku njawab dengan semangat dan membuka mulut yang
sangat lebar untuk senyum
seminggu
udah kita saling kenal aku juga kenal sama temen cewek yang lain
sekaligus pulang naik bisa bareng cewek itu bernama shinta, aku dan
shinta sempat ditawarkan untuk pergi kerumahnya anisa aku sii mau-mau
aja tapi menuju dirumah anisa naek apa kann rumahnya anisa sangat
jauh dari rumahku, lagi-lagi kejauhan. Disekolahan ada orangtuanya
anisa dalam hati aku mikir mudah-mudahan kita naek mobilnya si anisa
semoga terkabulkan doaku. Amien :)
Anisa:naek
mobil abiku aja?
Shinta:emang
gpp tag?
Anisa:yaa
gpp lahh siapa yang ngelarang
shinta:gimana
fri
aku:ahh
yaa terserah sii
anisa:yaa
dahh kita berangkat
alhamdulilah
doaku terkabulkan akhirnya aku shinta naek mobilnya si anisa, dalam
perjalanan kita ngobrol sambil memperkenalkan diri kepada orang
tuanya anisa ternyata orangtuanya anisa udah naek haji berarti kita
disuruh ama anisa kalau manggil abbi ama ummi aja.
Sesampainya
dirumah anisa aku langsung kaget nggak membayanghkan apa yang aku
liat disekitarku rumahku, ternyata rumah anisa sangat bagus sekali.
Aku kira anisa itu seperti aku yang sederhana nggak nyangka anisa
lebih dari itu, kita masuk terus meliahat apa yang ada dirumahnya
anisa.
Sesudah
dirumahnya anisa sehinnga kamin tidur dirumahnya, aku ama shinta
berpamitan ama kedua orang tuanya untuk pergi kerumah tapi kedua
orang tuanya anisa pergi kemobil dan kita disuruh kemobilnya kali ini
kita dianter pulang ama orangtuanya anisa.
Sesampainya
ditempat rumahnya shinta kita berhenti sejenak untuk menurunkan
shinta ketempatnya shinta turun.
shinta:aku
pamit dulu bi, mi nis dan afri
anisa:iya
sama hati-hati yaa fri ama shinta
habis
gitu abbi melanjutkan perjalanan menuju rumahku, lagi-lagi rumahku
sangat jauh dari rumahnya shinta tapi kali ini keluarga ansia sangat
baik sekali.
Aku:udah
bi sampek sini ae
abbi:ini
rumah kamu?
Aku:iyaabi
sini rumahku makasi yaa bi, mi, nis aku pulang dulu asalamualaikum
abbi:owh
yaa sama-sama lain kali maen kerumah yaa waikumsalam
lagi-lagi
aku masih jalan kaki menju rumahku emang sangat jauh tapi kali ini
gapura dekat ujung jalan ama rumahku nggak terlalu jauh jadi nggak
capek algi untu jalan kaki.
Hari
demi hari aku menjalanin kegiatan sekolah ( ya iyalah masak ikut
kegiatan ibu-ibu arisan ) widiiih ada cewek yang mau kesini tapi aku
nggak mau dia terlalu gemuk tapi nggak gemuk amat si, cewek itu
datang kepadaku cuman memberi kabar kalau ada seseorang yang suka ama
aku? Aku langsung kaget dengan kabar yang diberikan cewek itu.
Heh?
Kamu aku minta nomernya dia donk nggak lama dia kasih nomernya keaku,
malemnya aku sms dia dan aku ngomong sesuatu kayak lagunya syarini
kenapa lagu syahrini melulu si. Tangan ini bergetar saat mau ngetik
beberapa detik aku memberanikan diri aku harus menghilangkan rasa
minderku yang ada dismpku dulu.
“
hay? “
“
siapa?
“
aku afry “
“
afry siapa? “
“
temen sekelasmu,
besok aku mau ngomong sama kamu ya ? “
ternyata
cewek yang suka ama kau temen sekelasku aku tau setelah dikasih tau
oleh temenya yang waktu itu yang menhampiriku, tapi aku bingung
haruis bicara apa misalnya aku nembak dia aku aja nggak pernah
pacaran apalagi nembak cewek mungkin nembak burung aja aku bisa
meskipun senapanya berat banget. Besoknya aku ngomong aja ketemennya
cewek yang suka ama aku bagaiman caranya nembak cewek.
besok
paginya aku langsung kekelas sebelum cewek yang suka ama aku datang
lebih dulu, aku menuju cewek yang kemarin menhampiriku dan
mempertanyakan bagaimana caranya nembak cewek bukan ditembak ama
pistol. *mungkin langsung mati kalau ditembak ama pistol
“
yak apa caranya bisa
nembak dia? : tanya aku dengan cepat
“
gampang “
“
gampang darimana aku
aja nggak pernah nembak cewek “
“
hahahaha? Apa? Nggak
pernah nembak cewek!
Kurang
ajar aku diketawain malahan pasti dia syok saat aku ngomong kayak
gitu, emang aku nggak pernah pacaran dan cupu tentang cinta mungkin
dia aja pernah pacaran apalagi gonta-ganti pasangan seperti kartu ae.
Aku terus menggoda dia agar aku tau caranya nembak cewek nggak lama
kemudian dia memberitahukan caranyanya.
“kamu
bilang kedia kalau suka ama dia dan bilang mau nggak jadi pacarku “
dia kasih caranya dengan mata melotot. “ udah gitu doank” ! Aku
pikir caranya susah ternyata gampang.
Hah?
Aku jatuh cinta! Serius nii aku menyukai seorang cewek dan melakukan
nembak kecewek mana mungkin dengan keadaanku begini, waktu udah sore
waktunya pulang dan menaiki bis kayak biasanya. Tiba-tiba ehh
tiba-tiba cewek yang suka ama aku naik bis dan dia duduk sama aku.
Apa mungkin aku
merasakan jatuh cinta dan perasaan suka ama dia, emang sii aku dahh
kenala dahh lama lagian cewek itu sekelas ama aku mungkin aku harus
mencoba untuk tidak menjomblo lagi emang aku nggak tau cinta dan
selalu minder.
“ a-anu aaaakkku “
“ iya apa? “
aduh mau ngomong aja susah aku harus bisa nii harus.
“ aku suka kamu,
mau nggak jadi pacarku? “
“ iya mau “ dia
menjawab sambil senyum kepadaku
akhirnya aku lega
banget dan pertama kali aku nembak cewek didalam bis dan pertama kali
naku pacaran. Malemnya aku sms-an ama dia nggak nyangka juga
hari-hariku ditemenin seperti ini apalagi bilangnhya gitu-gitu aduh
hati ini terasa melayang keudara indah sekali.
Hari demi hari
hampir sudah 1 bulan aku jalanin dengan dia tanpa jalan-jalan atau
apalah cuman ngobrol lewat sms akhirnya aku bosan hari-hari ini kita
nggak ada hubungan lagi lalu aku diputusin ama dia.
“ maaf, ya aku
ingin kamu jadi temenku aja”
“ iya gpapa kok “
aku cuman tersenyum aja, mungkin aku harus seperti dulu yang nggak
pernah tau rasa cinta itu apa.
Cinta itu membutakan
aku sehingga aku benar-benar tau tentang cinta padahal aku nggakntau
tentang cinta jadi aku itu sotoy bukan soto ingat! Mungkin aku harus
seperti dulu lagi yang cupu dan nggak tau tentang cinta.
Sekolahku
jauh...
hidup
penuh lika-liku ada duka ada juga senang sebagai manusia harus
menhadapi semua cobaan dengan sabar, dari dulu hidupku seperti ini
tiada warna yang menerangi hidupku selalu ada cobaan, cobaan ,dan
cobaan untuk aku. Aku harus bagaiman agar impianku tercapai dan bisa
mengubah hidupku mungkin hanya lewat doa ini agar diberi cahaya untuk
menerangi hidupku walaupun hidupku tak seperti yang lain tetapi masih
ada lebih dari hidupku yang sederhana mungkin aku harus bersyukur dan
berterima kasih kepada maha kuasa yang maha penyayang dan maha
pengasih.
Aku
terbangun dari tidurku dan akun langsung melihat ayah menampar pipi
kanan ibu entah apa salah ibu kepada ayah ternyata ayah mabuk dan
tidak menyadarkan diri mungkin dia kebanyakan minum sehingga dia
seperti ini, saat itu aku nggak bisa apa-apa aku cuman melamun
melihat pertengkaran mereka yang saat ekstrem. Mungkin aku masih
kecil yang nggak usah memikirkan urusan orang dewasa seperti keadaan
yang seperti ini, aku cuman menangis menatapi ibu yang terjatuh suatu
saat aku akan membalas dendam apa yang dilakukan keibu aku cuman
berkata lewat hati nggak mungkin aku langsung ngomong kayak gitu
terhadap ayahku bisa-bisa aku kena tampar olehnya aku hanya diam dan
diam, nggak beberapa kemudian ayahku pergi entah kemana lebih baik
dia pergi jauh-jauh nggak usah menggangu keluarga kecilku.
tahun
telah berganti tahun kini aku melanjutkan sekolah dismk atau sma,
waktu pendaftaran aku milih pendaftaran online aku begadang sama ibu
hingga pukul 12 malam. Jam menunjukan 12 malam aku langsung pergi ke
warnet sama ibuku, aku daftar dengan pilihan dinegeri aku nggak mau
swasta ntar aku merasa bersalah waktu aku masuk swasta gara-gara
biaya yang cukup mahal. Setelah aku mencari sekolahan yang tepat
bagiku akhirnya aku milih dismkn9 yaitu sekolah kesenian salah satu
dijawa timur aku milih sekolah sini dengan nilai yang sangat
memuaskan bagiku cuman 30,80. kata tetanggaku sekolah smkn9 itu jauh,
ntar jalan kaki kalau nyampek disiwalan terus kesekolahnya harus
berjalan kaki. Aku merasa putus asa waktu tetanggaku bilang begitu
tapi aku nggak mau nyerah dengan omongan orang lain, belum tentu aku
jalanain disekolah sini nggak terlalu jauh.
Besoknya
waktu mau daftar ulang aku lihat dikomputer ternyata aku masuk
sekolah di smkn9 aku langsung bergegas pergi kesekolah sama ibuku,
aku berjalan kaki menuju siola dan sampai disioala aku naek bis.
Sesampainya disiwalan kerto ternyata benar aku harus jalan kaki
menuju sekolah tapi aku nggak nyerah sampek disiwalan ini, aku
berjalan dengan didampingi sama ibuku nggak terasa kalau jalan kaki
nggak merasa jauh. Aku lupa dimana sekolahannya? Waktu menunjukkan
jam 11.30 siang, aku bertanya kepada orang disekitar sini dan aku
menanyakan dimana sekolah smkn9.
“
pak smkn9 itu
dimana? “
“
owh, itu lurus saja
ntar belok kanan. “
“
makasih pak. “
aku
langsung menuju ketempat itu yang sudah dijelaskan sama bapak
tersebut, perutku terasa keroncongan dan tenggorokanku terasa kering
tapi aku tetap ingin masuk negeri. Pukul 12.00 pendaftaran ulang
ditutup aku nggak percaya kalau pendaftaran ditutup, aku langsung
narik tangan kanan ibu untuk pergi kedalam gedung itu untuk daftar
ulang. Aku nggak peduli mau diusir atau apalah, tubuh ini terasa tak
berdaya aku langsung pinsan, beberapa menit aku terbangun ibuku yang
sedang berbicara dengan guru yang ada disana untuk memohon agar bisa
masuk disekolah sini, aku langsung berdiri dan berbicara dengan guru
itu.
“
bu, aku mohon bisa
masuk sekolah sini aku kesiangan karena rumahku jauh bu? “ aku
berbicara sama guru salah satu jurusan yang aku ambil yaitui teater
pertanyaanku
nggak dijawab oleh guru itu, nggak lama kemudian aku diterima sekolah
sini aku merasa senang walaupun badan ini mau jatuh apa guru ini
kasihan sama aku? Mungkin saja dia kasihan sama aku dan ibuku. Guru
itu bernama bu yuli, bu yuli menyerahkan formulir kepada ibuku.
Bu
yuli: ibu, silahkan tanda tangan dan bayar uang sebesar 550 ribu
untuk perlengkapan diteater
Ibu:
owh, iyaa bu.
Bayangkan uang 550
ribu sebesar itu aku aja nggak mampu beli buku apalagi uang sebesar
itu aku benar-benar nggak sanggup aku hanyalah orang sederhana,
akhirnya aku kekepala sekolah untuk meringankan biaya ini.
Hari
mau memasuki kesekolah menengah kejuruan dan berganti baju menjadi
putih abu-abu dan memasuki dunia baru daripada kemasa smp dulu atau
kemasa SD dulu. Hari ini aku ama ibu mau daftar ulang kedua
disekolahan, sesudah aku sampek sekolah aku bertemu sama cewek yang
sedang duduk dan memegan hp mukanya cemberut dan diem melulu. Lalu
aku mau tanya kecewek itu, seolah aku sok cool dan tidak terlalu cupu
pada masa smpku dulu.
“
mbak kalau mau
daftar ulang kemana yaa ? “
aku
nanya kedia dengan basa-basi dan sok cool, karena aku kecapekan habis
keliling sekolahan yang begitu luas seperti keliling monas aja. Lalu
cewek itu menjawab pertanyaanku dengan muka yang sombong banget.
“
kesitu “ udah itu
doank, anjrit sombong banget anak ini masih sekolah aja sombongnya
setengah mati. Apalagi dia udah terkenal pasti sombongnya kemana-mana
kayak sampah yang berkeliaran.
Hari
pertama masuk mos aku lupa yang dikasih saran kakak kelas ke aku, aku
lupa nggak buat tali sepatu terbuat dari gedebuk pisang. Aduh! Aku
bingung pusing 7 keliling kayak dikejar maling ehh salah kayak
dikejar anjing, busyet aku harus gimana? Jantungku deg deg deg mau
copot, darahku mengalir seperti air yaa udah aku pikirin besok apa
yang terjadi.
Sesampai
disekolah aku nyari anak atau mau rampas tali biar aku nggak
dimarahin sama kakak mos, 10 menit aku keliling nyari tali sepatu
yang terbuat dari gedebog pisang akhirnya aku menemukan juga jantung
yang awalnya dag dig duarrr kini lega banget udah punya seutas tali,
seandainya aku nggak buat tali atau nggak memakainya pasti aku
digantung keatas menara yang tinggi monas, dan aku akan menjerit
minta tolong. Tolong! Tolong! Ttooloongg!!! dan nggak mungkin ini
terjadi kann.
Hari
pertama mos emang sulit bagiku yang disuruh kakak kelas yang inilah
yang itulah emang aku pembantumu tag? Alhamdulilah muka ini terasa
senang banget hari pertama mos selesai juga dan besoknya disuruh buat
topi dari pot bunga, hah? Aku syok aku mau pinsan dia pikir kepalaku
dikasih pot bunga terus disiram akhirnya muncul bunganya gitu!!!
sesampainya
dirumah aku cari pot bunga ternyata susah juga cari pot bunga masak
aku naik odong-odong terus nyampek apa mungkin yaa! Matahari muncul
dan menyatakan sudah pagi ( iya-iyalah kata siapa sudah malam ).
segera aku pergi dengan naik mobil pribadiku kayak mobil panjang
terus banyak orangnya mungkin aku anaknya baik hati, rajin menabung
dan rajin sholat sampek orang aku bareng aku persilahkan.
Hari
mos kedua, ohh yaa mos itu apa yaa? Udah lahh nggak usah dipikirin
lagi lagian nggak penting juga, aku ketawa ngakak sampek-sampek
keselek angin ( padahal nggak juga ) aku melihat orang dilingkungan
sekolahku kok banyak tentara mau perang yaa ? Just kidding kayak
puding. Aduh kakak kelas dia mau ngapain ke aku, jangan kak aku masih
jaka ting-ting kayak ayu ting-ting (padahal cuman negur aja).
“ ngapain
kamu kesini ? “ dengan suara yang sangat keras kakak kelas ini
menegurku.
Yaa
sesuka aku dong aku mau ini kek, mau itu kek, sampek-sampek ketek aku
mau kesebutin terus emang masalah buat loe kak. Untung aja itu
kata-kata masih didalam hatiku kalau dibicarain langsungh mungkin aku
langsung dihukum.
“ a-aaa
nu kak mau kesana “ aku jawab dengan wajah ketakutan.
“ cepat
kesana ? “
busyet!
Mentang-mentang kakak kelas kalau mau bentak seenaknya aja dasar
keong racun, ehh salah kayak macan garong yang suka marah-marah,
benar nggak yaa ? Mos kedua sudah selesai dan besok mos kejuruan aku
berdoa semoga hari besok nggak kayak hari sebelumnya. Amieen
hari
ketiga mos ternyata doaku nggak terkabulkan hari ini sangat parah
daripada mos sebelumnya, masak disuruh pakek inilah yaa itulah kayak
orang gila ja. Habis gitu disuruh kepos yang diberi saran sama kakak
kelas kejuruanku ( emang kepos satpam, pos kamling, atau kekantor pos
tag?? ).
pos
1, disuruh tanya jawab, widiih tanya jawab kayak kuis ditelevisi
pasti dapat uang yaa kalau menang kalau nggak yaa nasib.
“ ini
pos berapa ? “
hah,
apa?? emang pos ada dimana-mana yaa aduh kakak kelas kok begini,
kalau bicara yang jelas donk kak.
“ ini
pos 1 kak “ aku menjawab dengan sopan dan cupunya aku. Ternyata oh
ternyata aku ketiban duren yang montok banget pasti enak nii?, aku
dengan kelompokku dibentak sama kakak kelas yang sudah nggak cool,
nggak femous dan nggak cakep pula, aduh mau lemparin sepatu kemuka
dia.
Pos
2, disuruh masuk keruang yang sangat gelap kayak bioskop mau mainkan
filmnya padahal aku nggak pernah kebioskop. Diruang ini berbagai
hantu atau apalah ternyata diruang ini aku dikasih saran kalau masuk
sekolah sini jangan putus asa harus kuat menghadapi dan satu lagi
kalau udah masuk sekolah sini apalagi kejuruannya. Yaa aku manut aja
pa yang dikatakan sama kakak kelas, akhirnya pos 2 telah berahkir
sekarang masuk ke pos3 yang terahkir.
“ wuaduh
aku kaget kayak mau...
masak
disuruh jalan ketempat yang banyak lumpur terus dibawahnya kolam ada
orang yang sangat seram, habis gitu aku disuruh nyanyi dengan suara
yang sangat keras padahal suaraku kecil banget. Apa kata ibuku kalau
anaknya kotor dan jatuh kekolam, apa kata hati aja dehh aku nyebrang
dengan hati0hati, kanan kiri ada kakak kelas yang ngasih tepung (
emangnya ini acara pesbukers apa pakek masak air dulu habis gitu
dikasih tepung. ), akhirnya aku sampek keujung dan selamat dari
lubang buaya.
Matahari
yang sangat panas ini menunjukan seiang waktunya pulang kerumah, mos
disekolah menengah kejuruan dan pertama kali aku alami daripada mos
waktu smpku dulu dan ini akan menjadi kenangan terindah bagiku.
Walaupun
sekolah jauh aku tetap untuk niat pergi kesekolah, dan masa lalu
pelan-pelan aku lupakan. Semua orang pasti punya masalah, pasti punya
cobaan, aku juga dan semua orang juga punya cobaan. Yang penting
jangan patah semangat, percaya deh hidup ini berputar seperti roda
ada kalanya kita susah ada saatnya kita bahagia.
Percaya dan selalu
berdoa tuhan itu adil kok, tuhan nggak bakal kasih cobaan yang nggak
mampu dijalani umatnya. Sabar dan terus berusaha usaha dan usaha,
masalah akhir bisa dilihat nanti. Emang masa lalu ada untuk diingat
dan dikenang, tapi jangan berlebihaan. Jalan allah mudah takdirnya
bisa diubah pokoknya kita jangan lupa sholat jalani apa adanya nggak
usah ngeluh apa yang diberikan maha kausa terhadap kita. Dan nggak
usah nyalahin tuhan percaya semua bisa bahagia pada akhirnya,
meskipun sekolah jauh aku bisa bahagia dihari-hari disekolahku ini
daripada masa-masa smp, sd dan masa-masa aku masih mencari uang
dijalanan.
Aku
berhenti mencari uang.....
aku
lahir tahun 1996 bulan april, tanggal 05, tahun demi tahun aku
beranjak menjadi anak yang masih kanak-kanak umurku 7 tahun. Aku
sering diceritakan ama ibuku yang paling aku mau nangis sambil mau
marah ibu menceritakan waktu aku lahir.
“dulu
kamu dilahir tanpa seorang ayah atau tak ada yang mendampingimu,cuman
ada nenek sama kakek kamu. Waktu ayahmu masuk penjara karna dia mabuk
atau entah kenapa, dan saat itu kamu aku ajak mencari uang dijalanan
waktu umurmu 2tahunan. Kita mencari uang demi sesuap nasi meskipun
panas kepanasan atau hujan kehujanan dan ayahmu juga nggak pernah
menafkahi kita selama bertahun-tahun. Waktu aku melahirkan kakakmu
yang perempuan sampek sekarang. Dan aku melahirkan anak yang terakhir
yaitu perempuan walaupun dia nggak normal seperti kalian aku tetap
usaha membesarkannya dan menyayanginya seperti kalian.”
aku sempat
menjatuhkan airmata dan kesal dalam hati mau balas dendam ama ayahku
yang nggak pernah peduli ama keluargaku, kini aku setiap hari mencari
uang dijalanan dan nggak lupa ama urusan sekolahku. Aku masih duduk
dibangku sekolah dasar kelas 2, meskipun aku masih kecil aku mampu
mencari uang sendiri tanpa mensusahkan siapapun kecuali orang yang
minta uang dan memberikannya keaku. Setiap pulang sekolah aku
berangkat kejalanan untuk mencari uang hinnga malam larut dan
besoknya waktu aku sekolah masih ngantuk untuk belajar disekolah,
meskipun aku masih ngantuk aku bisa bertahan sampek bel berbunyi
untuk pulang.
Matahari telah
menyinari tempat tidurku waktunya aku untuk berangkat sekolah dan
siangnya aku berangkat kelampu merah atau diparkiran tempat dimana
aku mencari uang, aku masih ingat waktu dulu masih umur 3tahunan aku
pernah hilang dalam memory otakku aku ingat waktu ibu menggandengku
dan adikku digendong ibu masuk kampung dan keluar kampung mencari
uang waktu kita nyampek dipasar, pasar itu sangat ramai sehingga
gandenganku ketangan ibu terlepas.
Nggak lama kemudian
aku ditemukan oleh seorang teman ibu waktu dulu, aku bersyukur aku
telah kembali kepada pelukan ibu aku nggak tau bagaimana rasannya
bila aku hilang dan tidak menemukan ibu kembali. Setelah aku
ditemukan oleh teman lama ibu aku diajak kerumah teman ibu untuk
menginap beberapa hari, aku yang masih kecil nggak tau apa-apa
rambutku langsung dipotong bersih oleh ibu mungkin disaat itu aku
nggak merasakan malu terhadap mteman atau orang lain.
aku melihat
orang-orang yang beralalu lalang disebuah toko mereka jalan-jalan
bersama keluargannya atau sama siapapun, aku berjalan menuju kelampu
merah aku menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur disetiap kendaraan
yang berhenti dilampu merah. Hari ini panas sehingga kulitku terbakar
oleh terik panasnya matahari walaupun panas aku tetap mencari uang
demi sesuap nasi nggak peduli apa yang aku rasakan saat ini,
disebelah ada restoran yang sangat mewah daridulu aku kepingin kesana
tapi nggak mungkin aku kesana mencari sesuap nasi saja aku susah.
Apalagi direstoran
makanannya sangat mahal-mahal, aku nggak mampu untuk membelinya, aku
hanya bisa pergi kewarung yang sederhana bisa makan sampek perut
kenyang, meskipun diwarung sangat murah tapi aku masih kepingin makan
yang sangat mewah dorestoran situ. Setiap hari aku hanya
memandanginya dan nggak berani masuk kesana, disana hanya ada orang
yang pakai jas, baju mewah atau apapun yang penting mereka berdompet
tebal.
Waktu
udah sore aku nggak kuat berjalan menuju pulang akhirnya aku tidur
diemperan tok bersama adik dan ibuku. Aku nggak pertama kali aku
tidur diemperan seperti ini, waktu umur 5tahun aku tidur diemperan
toko yang sama saat ini aku tiduri. Perutku keroncongan daritadi pagi
aku belum sempat makan, aku nggak tau harus mencari makanan dimana
sedangkan penghasilan hari ini lumayan sedikit sehingga aku nggak
pergi kewarung untuk membeli nasi bungkus.
Aku
melihat adik sama ibu tertidur lelap mungkin mereka kecapekan, yaa
sudahlah aku aja yang mencari makanan untuk aku ama adik dan ibu aku
berangkat tanpa tujuan yang pasti aku mencari uang diwarung yang
sangat jauh dari tempat tidurku tadi diemperan toko.
Emperan
toko pernah aku tiduri bersama ibu dan adikku hingga pagi, sempat
aku, ibu dan adikku pernah digaruk sama polisi pamong praja kita
dibawa kesuatu tempat yang seperti penjara dan dicampur sama
orang-orang jalanan lain. Dan sebelahnya ada orang gila yang dibawa,
ada petugas yang bawa makanan untuk kita aku menhela napas saat aku
lihat makananya, makannya itu nasi yang udah basi terus diolah lagi
dan lauknya cuman tahu tempe mau nggak mau aku santap makananya itu
meskipun dilihat nggak enak yang penting perut nggak kelaparan kita
makan bersama.
3hari kita
dimasukkan seperti orang yang mencuri sesuatu, akhirnya kita bebas
dari tempat itu meskipun kita bebas aku tetap masih mencari uang
dijalanan, nggak cuman sekali ini kita digaruk sama polisi pamong
praja kita digaruk kedua kali ini. Yang pertama pas umurku 4tahunan
aku pernah diceritakan ama ibu dan tetanggaku yang sebelah rumah,
tetanggaku tau dia pernah ketempat kita digaruk.
Suatu hari waktu
minggu aku berangkat pagi-pagi kelampu merah tanpa las kaki yang aku
pakai, aku keliling dilampu merah ini sampek sore perutku keroncongan
tapi aku masih belum dapat uang yang cukup, aku bingung harus makan
apa, aku lihat sebelah emperan ada nasi kotak mungkin udah basi atau
sisa yang sudah dimakan oleh pemiliknya tanpa pengetahuan lebih luas
akhirnya aku makan nasi kotak itu hingga habis.
Matahari sudah
tenggelam waktunya aku pulang karna besok aku harus berangkat
sekolah, badan ini terasa lelah dan mau pinsang ketempat lampu merah,
kita pulang bersama ibu dan adikku. Rumahku dekat sungai, rumahku
terbuat dari bahan kayu dan beberapa semen. Hanya sekotak lumayan
buat kita berteduh, kita bersyukur kita bisa punya tempat tinggal dan
menajalani apa adanya.
Aku masih
menjalankan aktivitasku yaitu sekolah dan siangnya aku berangkat
ketempat aku mencari uang, aku berangkat kesekolah kesiangan sehingga
aku telat disekolah. Semua teman yang ada diruangan kelas menatapiku
dengan sensitif, entah kenapa aku dibenci padahal aku nggak punya
salah kepada mereka. Mulai dulu aku selalu dipojokan oleh teman
sekelasku aku hanya duduk sendirian nggak ada teman yang mau duduk
denganku mungkin aku seorang anak jalanan yang selalu menggangu orang
yang aku hampiri apa kalian nggak pernah merasakan apa yang aku
rasakan. Mungkin tuhan berkehendak lain terhadapku mungkin ini cobaan
untuk aku semoga yang pernah ngejek aku dan menggangu aku selalu
diberikan ketabahan baginya.
kata orang anak
jalanan bermalas-malasan untuk bekerja, anak jalanan selalu dipandang
sebelah mata. Kata orang anak jalanan tidak bisa membuat karya dan
selalu dikatakan cuman menggangu orang, dulu aku hidup dijalanan
untuk mencari uang untuk sesuap nasi dari kepanasan, kehujanan.
Disisi lain aku bisa membantu orang tua termasuk ibuku dan adikku,
meskipun aku mencari nafkah dijalanan aku masih tetap sekolah dan
meraih mimpi, walaupun kepanasan aku masih mampu mencari uang,
walaupun kehujanan aku mampu mencari uang untuk sesuap atau sebungkus
nasi hanya untuk menganjil perut agar tidak kelaparan.
Saat umur 7 tahun
aku baru tahu rasanya pahitnya kehidupan dan mencari uang buat uang
saku sekolah, buat makan sehari-hari dan beli buku disekolah.
Meskipun aku pernah diejek sama temen-temen dikelas karna aku anak
jalanan aku tetap menjalankan hari-hariku tanpa memedulikan omongan
temenku, mungkin dia aja yang nggak pernah merasakan apa yang aku
rasakan. Apakah ada warna untuk hidupku, jika ada berikan warna untuk
hidupku. Mungkin warna cahaya? Mungkin warna kehidupan yang lebih
cerah ?.
Bangun pagi pasti
ada matahari...
tidur malam pasti
ada bulan dan bintang...
ada mimpi dipikiran
mulai membayangkan sesuatu yang kan menjadi tidur malamku.
Sekarang
aku mulai punya mimpi dan cita-cita untuk menjadi seorang atlit sepak
bola internasional, aku berdoa semoga mimpi dan cita-citaku
terkabulkan. Amien
kadang
hidup diatas
kadang
hidup dibawah
kadang
hidup senang
kadang
hidup ada duka dan cobaan-cobaan yang harus dijalanin dengan sabar.
Walaupun
ada cobaan-cobaan, apapun kejadian kita harus bersyukur dengan apapun
yang diberikan. Jangan takut bermimpi besar, sebab orang yang tak
punya mimpi berarti tak punya cita-cita dan masa depan.
Aku
sudah menyelesaikan ujian nasionalku waktu aku masih duduk dibangku
sekolah dasar, aku memperjuangkan ini untuk masa depanku dan membuat
ibu senang melihat aku masih sekolah ditingkat tinggi. sebentar lagi
aku sekolah lebih lanjut lagi yaitu sekolah menengah pertama (smp).
Aku sangat bersyukur telah lulus dan nilaiku cukup memuaskan, ibuku
juga ikut berbahagia dengan hasil unasku dan saat kulihat nilaiku aku
sangat kaget nilaiku besar sehingga masuk 3 besar disekolah dasar
yaitu 26.00 nilai ini cukup memuaskanku dan ibuku sangat senang.
Hari
ini aku diajak sama ibu untuk membeli sepatu dan tas, betapa
senangnya hari ini aku bisa membeli sepatu dan tas. Meskipun harganya
murah aku sangat senang yang penting sepatu dan tas ini bisa dipakai,
aku nggak sabar untuk memakainya dan menikmati awal-awal masuk smp
dan baju telah berganti menjadi putih biru. Waktu aku masuk sekolah
menengah pertama negeri 8 (smpn8), aku melihat disekitarku banyak
anak yang masuk sini dengan berpakain rapi dan bersih sedangkan aku
dengan berpakaian yang sangat kumuh dan nggak bersih. Ada juga yang
diantar pakai kendaraan sepeda motor ada juga yang diantar sama
mobil, akun cuman melihatnya dan aku nggak merasakan iri kepada
orang-orang yang disekitarku.
Hari
ini aku masuk dikelas 7 c atau kelas 1 c aku selalu duduk sendirian
dan nggak ada yang mau duduk disebelahku, dan hari ini nggak ada
pelajaran cuman ada pengarahan tentang sekolahan yang ada disini.
Dulu sampek sekarang aku nggak merubah sifatku waktu aku duduk
disekolah dasar aku anaknya pindiem nggak pernah ngomong sama temen
cuman anak yang aku kenal yang aku ajak ngomong, meskipun aku pindiem
aku sering mencoba bergaul dengan semua orang yang ada disekolahan
sini dismpn8 tapi semua nggak pernah terjadi. Kalau pergi sekolah aku
kadang jalan kaki kadang aku naik angkot sedangkan yang lain naik
kendaraan, ada yang diantar jemput, aku pingin seperti mereka aku
selalu pingin tapi mau gimana lagi aku dari keluarga sederhana tapi
aku sangat bersyukur apa yang ada saat ini.
Sempat
aku putus asa sekolah terus ingin bekerja demi membantu keluarga,
tapi hati ini berkata lain aku harus sekolah setinggi mungkin. Aku
anak kedua dari kakakku perempuan dan yang terakhir adikku, aku
laki-laki sendiri dari 3 bersaudara. Kakakku yang perempuan sekarang
nikah ia menylesaikan sekolah waktu smp dan beberapa tahun dia
menikah dan adikku yang terakhir dia nggak sekolah gara-gara
pikirannya nggak kuat untuk belajar atau disekolahkan. Cuman aku
satu-satunya masih sekolah dan mencari nafkah untuk ibu dan adikku,
semua keluargaku nggak pernah dinafkahi dari seorang ayah, semestinya
ayah adalah kepala keluarga tapi aku yang kepala keluarga dengan
mencari uang dijalanan.
Aku
sering digaruk sama satuan polisi pamong praja dan dibawa kemobil dan
dipenjarakan, disana maku menginap selama 3 hari 2 malam bersama ibu
dan adikku. Waktu itu aku masih duduk dibangku sekolah dasar waktu
aku digaruk aku nggak sekolah selama beberapa hari. Disana dikasih
makan yang nggak pernah aku makan yaitu nasi yang sudah basi dan ikan
setengah matang, daripada aku kelaparan akhirnya aku makan bersama
ibu dan adikku aku makan nasi tersebut dengan perlahan-lahan, sebelum
aku masuk disini atau dipenjara aku ditanya sama salah satu polisi
yang menangkapku.
“ kamu
masih sekolah ?”
“ masih
pak “
“ kenapa
kamu ngamen “
“ buat
makan dan biaya sekolah pak “
aku
langsung mengucapkan kalimat itu dengan jelas, emang aku dilahirkan
tanpa seorang ayah saat aku dilahirkan malah beliau masuk penjara.
Walaupun aku punya ayah aku menggantikan posisi ayah menjadi tulang
punggung keluarga sehari-hari aku mencari uang demi sesuap nasi agar
masuk perut. Walaupun aku sering digaruk sama satuan polisi pamong
praja aku tetap mencari uang dijalanan meskipun ancamannya sangat
bahaya bagiku, selama aku hidup dijalanan aku senang aku bisa bantu
mencari nafkahkeluarga, bisa biayai sekolahku sendiri.
Hari
raya telah tiba meskipun ggap seperti hari-hari biasa selama
bertahun-tahun aku nggak pernah merasakan hari raya itu, waktu aku
keliling kampung dari masuk kampung keluar kampung. Aku sempat
menangis melihat anak seumuranku bisa beli baju dikasih uang dengan
gampang dari keluargannya. Bagiku baju baru nggak penting aku nggak
pernah beli baju yang adanya semua bajuku dikasih orang atau
tetanggaku.
Tiada
baju baru yang aku pakai, tiada wajah gembira pada diriku aku hanya
meringgis kesedihan melihat orang memakai pakaian baru tetapi aku
tidak bisa memakainya. Walaupun tak punya pakaian yang aku pakai aku
tetap bersyukur masih ada pakaian yang aku bisa pakai, pakaian baru
tak penting bagiku, bagiku bagaimana caranya bisa membahagiakan orang
tua terutama ibu yang melahirkanku selama ini aku nggak bisa
memberikan apapun atau nmembeli sesuatu. Mungkin tak perlu hari-hari
yang penting tetapi hari-hari yang kita mau untuk memberinya sesuatu.
Aku
nggak pernah beli buku disekolah kadang aku nyicil uang untuk beli
buku, aku sempat ketemu guru saat aku dijalanan dan besoknya aku
dipanggil keruang bimbingan konseling (bk) dengan rasa takut aku
nggak punya salah disekolahan atau mengerjakan tugas dari sekolah
tapi semua dugaanku salah aku malah dikasih buku sama guru, saat
dikasih buku aku merasa bahagia walaupun nggak punya uang untuk beli
buku.
1
tahun berlalu kini aku kelas 2 smp aku berhenti mencari uang
dijalanan meskipun aku berhenti aku sangat sedih aku nggak bisa lagi
membantu ibu dan adikku, aku masih memang anak pindiem yang nggak
pernah berkomunikasi kepada teman-teman aku cuman punya teman
beberapa saja yang mengerti keadaanku aku selalu dijauhi, aku selalu
diejek . Setiap malam hati ini sedih kenapa aku diginiin kenapa? Apa
salahku sehingga kalian nggak berteman denganku? Aku memang anak dari
keluarga sederhana, tapi aku jga manusia. Kadang aku bahagia kadang
aku sedih dengan hidupku ini.
Semua
orang punya cita-cita, semua norang punya impian begitu pula denganku
aku mempunyai cita-cita dan impian. Setiap malam menjelang tidur aku
sering mimpi yaitu mimpi aku meraih cita-cita itu dan menghayal
kemimpi itu, ternyata aku cuma mimpi dalam bunga tidurku mungkinkah
mimpiku memjadi kenyataan. Semua orang punya impian, semua orang
punya cita-cita semua impian dan cita-cita ingin terwujudkan walaupun
masih dalam bunga tidur.
Kenapa
aku suka sama perempuan yang ada disebelah kelasku mungkin aku udah
dewasa atau aku mulai merasakan getaran cinta aku hanya anak pindiem
aku nggak berani mendekati orang yang bukan levelku aku takut dengan
semua ini, aku nggak tau tentang cinta kata orang cinta itu indah
bagiku yang indah itu uang yang beberapa tahun lalu aku mencari
sendiri. Lama kelamaan aku suka dengan cewek yang lebih dari aku dia
setiap pakek kendaraan, waktu aku dikantin sekolahan aku melihat dia
bersama laki-laki yang lebih ganteng dari aku dan cukup sederhana
buat dia dan hari itu aku merasakan minder yang luar biasa yang aku
alami mungkin aku nggak perlu merasakan cinta nggak semua cinta itu
indah.
tahun
demi tahun aku berhenti mencari uang dijalanan dan selama 3 tahun aku
sekolah menengah pertama aku nggak barang yang sangat mewah seperti
handphone yang dapat komunikasi dan bisa berteman dengan siapa pun,
aku cuman punya hp jadul yang nggak bisa buat berkomunikas dengan
siapapun walaupun hpku jadul seperti ini tapi nggak penting bagiku.
Setelah bertahun-tahun aku menjadi anak jalanan kini aku berhenti
waktu umurku 11tahun saat aku duduk disekolaha menengah pertama aku
masih kelas 2, rasanya aku bersalah dalam pikiranku aku nanti nggak
bisa membantu mencari uang untuk beli sesuap nasi dan biaya
sekolahku, kata ibuku aku harus sekolah jangan seperti ayahmu dan
kakakmu akhirnya aku meniruti ngomongannya ibu.
Langganan:
Komentar (Atom)